Senin, 20 September 21

Dukungan Sejuta KTP Untuk Ahok

Dukungan Sejuta KTP Untuk Ahok
* Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Jakarta, Obsessionnews – Jika tidak ada aral melintang jabatan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, atau yang populer dipanggil Ahok, akan berakhir tahun 2017. Artinya, Ahok masih mempunyai waktu dua tahun membangun Jakarta.

Posko Teman Ahok untuk mengumpulkan KTP
Posko Teman Ahok untuk mengumpulkan KTP

Ahok berniat maju lagi dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017 mendatang. Para pendukungnya yang tergabung dalam Teman Ahok dewasa ini aktif mengumpulkan KTP untuk mendukung Ahok dalam Pilkada tersebut. Hal ini dilakukan karena Ahok tak lagi berpartai setelah keluar dari Partai Gerindra, sehingga bila ia akan maju bertarung dalam Pilkada maka ia harus melalui jalur independen, yang dalam mekanisme pencalonannya membutuhkan dukungan warga melalui kartu tanda penduduk (KTP). Agar bisa maju lewat jalur independen Ahok harus mendapat dukungan sejuta KTP. (Baca: Maju Terus Ahok, Rakyat Mendukungmu)

Teman Ahok tak hanya bergerilya mengumpulkan KTP, namun juga mendirikan posko-posko dukungan di beberapa wilayah Jakarta. Hal ini seperti ditemukan dalam laman temanahok.com pada kanal ‘Posko’.

Penggalangan KTP sebelumnya dilakukan melalui laman temanahok.com. Namun kemudian Teman Ahok membuat posko-posko yang difungsikan sebagai tempat menerima fotokopi e-KTP warga.

Posko-posko Teman Ahok tersebut terdapat adalah Posko Menteng Dalam, Jl. Kelingkit No. 93 RT 006 RW 001, Kelurahan Menteng Dalam, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan; Posko Grogol Selatan, Jl. Limo No.35 RT 001 RW 010, Kelurahan Grogol Selatan, Kec.Kebayoran Lama, Jakarta Selatan; Posko Kalideres, Jl . Peta Selatan No.17 RT.007 RW 001, Kelurahan Kalideres, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat: Posko Jatipulo, Jl. Tomang Pulo 3 No. 22 RT 016 RW 001, Kelurahan Jatipulo, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat; Posko Cipinang Melayu, Jl. Inspeksi Saluran RT 002 RW 003 No.B29, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, dan lain-lain.

Tak hanya itu, Teman Ahok juga membuat video ajakan untuk menggalang dukungan bagi Ahok. Video yang berdurasi kurang lebih dua menit ini diunggah pada laman situs berbagi video Youtube dengan judul ‘KTP Untuk Ahok’ dan menggunakan nama pendaftar ‘Teman Ahok’.

Untitled7
Video ajakan mendukung Ahok

Video ini menampilkan lima orang pemuda-pemudi yang mengajak para penontonnya untuk mendukung Ahok maju sebagai kandidat independen pada Pilkada DKI Jakarta 2017. Menurut video ini, Ahok didukung untuk maju secara independen agar ia terbebas dari kepentingan partai politik. Agar Ahok bisa maju secara independen, para pemuda dalam video ini mengajak masyarakat Jakarta untuk menjadi bagian dari sejuta dukungan untuk Ahok dengan memberikan KTP-nya.

Berikut isi ajakan pada video tersebut:

Teman Ahok adalah sebuah gerakan masyarakat untuk mendukung Ahok memperjuangkan hak dan harapan masyarakat Jakarta. Untuk mendukung Ahok meneruskan perjuangannya tanpa harus kompromi dengan kepentingan-kepentingan partai politik.

Jakarta sudah menuju ke arah perubahan yang lebih baik. Tidak hanya perubahan fisik. Kita tidak hanya membicarakan masalah kemacetan, banjir, kemiskinan, dan sebagainya. Tapi kita juga membicarakan kepentingan-kepentingan yang selama ini menggerogoti Jakarta. Komitmen untuk melawan kelompok yang selama ini menghambat kemajuan kita. Komitmen untuk meneruskan pelayanan kepada warganya, dan kami merasa ini semua harus dilanjutkan.

Di sini kita ingin membantu Ahok sebagai teman, agar Ahok terbebas dari kepentingan-kepentingan partai politik. Hanya dengan jalur independen kita bisa membantu Ahok untuk melanjutkan perjuangannya. Dengan kesadaran bersama kita bergerak dan bersatu menggalang dukungan.

Hari ini kita masih punya harapan. Kita punya teman yang bekerja untuk kita. Teman yang bersih dan tak kenal kompromi dengan korupsi. Teman yang punya nyali membenahi Jakarta tanpa peduli pada hujatan. Teman yang berani memperjuangkan kepentingan kita. 

Figur yang tak kenal kompromi dengan korupsi.
Figur yang tak kenal kompromi dengan korupsi.

Saat ini, Ahok butuh 1 juta dukungan untuk menuju Pilkada DKI Jakarta 2017. Mari kita bersatu, bergerak dan berjuang bersama untuk mendukung Ahok untuk melanjutkan perjuangannya. Kami tahu kamu peduli. Mari menjadi bagian dari 1 juta dukungan untuk Ahok. Gue temen Ahok. KTP gue buat Ahok.

Tahan Banting
Tahan banting. Istilah ini pas untuk menggambarkan sepak terjang Ahok. Sejak menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta hingga menjadi orang nomor satu di DKI Jakarta, Ahok tak pernah sepi dari sasaran unjuk rasa berbagai elemen masyarakat yang merasa tak puas atas kebijakannya. Mereka juga menuntut Ahok mundur dari jabatannya.

Sejumlah ormas yang sering berunjuk rasa menyerang Ahok dengan melontarkan isu suku, agama, ras, antargolongan (SARA). Mereka menilai Ahok yang orang China dan nonmuslim tak layak memimpin Jakarta.

Para pengunjuk rasa lupa, Ahok adalah pilihan mayoritas warga DKI Jakarta. Pada pilkada yang langsung dipilih oleh rakyat tahun 2012 duet Joko Widodo (Jokowi) dan Ahok berhasil menaklukkan lawan-lawannya. Ketika itu Jokowi-Ahok diusung oleh PDI-P dan Gerindra. Jokowi adalah kader PDI-P, sedangkan Ahok kader Gerindra.

Ketika Jokowi terpilih menjadi Presiden RI, Ahok kemudian secara otomatis naik kelas menjadi Gubernur DKI Jakarta. Dan Ahok adalah gubernur kedua yang dilantik di Istana Negara. Ia dilantik Presiden Jokowi pada Rabu, 19 November 2014. Sedangkan gubernur pertama yang dilantik di Istana Negara adalah Ali Sadikin. Ali Sadikin dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta oleh Presiden Soekarno pada Kamis Kamis, 28 April 1966.

Ahok seorang pemberani. Ketika ia melihat hal-hal yang bertentangan dengan hati nuraninya, ia langsung bereaksi. Salah satu contohnya, ketika Gerindra yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) mendukung pilkada tak langsung, Ahok langsung protes dan keluar dari partai besutan Prabowo Subianto tersebut tahun 2014.

Saat ini Ahok tak menjadi kader partai manapun. Meskipun demikian ia pede menjalankan roda pemerintahan. Tanpa kenal takut ia membongkar kasus korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta dan DPRD DKI Jakarta. Ia ingin menciptakan pemerintahan yang bebas dari KKN.

Manuvernya itu tentu saja membuat pihak-pihak tertentu tak senang. Bahkan sejumlah anggota DPRD DKI berencana memakzulkan atau melengserkan dirinya. Namun, Ahok tak peduli. Ia berkeyakinan upayanya memberantas KKN didukung rakyat. (Baca: Edan, DPRD DKI Tetap Gulirkan HMP Atas Ahok)

Mayoritas Warga Jakarta Puas Terhadap Ahok
Kerja keras Ahok membuahkan hasil yang menggembirakan. Mayoritas atau sebanyak 70,8% warga DKI Jakarta merasa puas terhadap kinerjanya. (Baca: 70,8 Persen Warga Jakarta Puas Terhadap Kinerja Ahok)

Demikian hasil telepolling Manajemen Kota Jakarta yang dilakukan Litbang Beritasatu Media Holding. Wawancara dilakukan melalui telepon dari tanggal 26 Mei hingga 1 Juni 2015 di seluruh wilayah DKI Jakarta.

Sebanyak 70,8%  warga DKI Jakarta merasa puas terhadap kinerjanya.
Sebanyak 70,8% warga DKI Jakarta merasa puas terhadap kinerjanya.

Responden dipilih secara acak sistematis berdasarkan buku telepon residensial yang diterbitkan PT Telkom. Jumlah sampel sebanyak 422 orang mewakili masyarakat pengguna telepon di DKI Jakarta. Margin of error lebih kurang 4,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Hasil telepolling ini, kata Tim Litbang Beritasatu, Didik J Rachbini, cukup mengejutkan. Karena melihat sosok Ahok yang gampang emosi dan mengeluarkan pernyataan cukup kasar.

“Ternyata hal itu tidak menjadi penghalang bagi warga Jakarta menilai kinerja Pemprov DKI di bawah kepemimpinan Basuki dari sisi keberhasilan membangun Kota Jakarta daripada hanya melihat sikap dan tindak tanduknya yang cenderung galak,” kata Didik dalam paparan Hasil Laporan Telepolling Litbang Beritasatu Media Holding di Gedung Beritasatu Plaza, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (16/6/2015).

Tingkat kepuasan masyarakat Jakarta terhadap kinerja Pemprov DKI di bawah kepemimpinan Ahok hampir sama dirasakan oleh warga Jakarta baik itu lelaki (35,5 persen) dan perempuan (35,3 persen) menyatakan puas dan sangat puas. Sehingga total warga Jakarta yang merasakan puas dan sangat puas terhadap kinerja Pemprov DKI sebanyak 70,8 persen. (Arif RH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.