Sabtu, 28 Mei 22

Breaking News
  • No items

Dugaan TNI Disusupi Anasir Komunis, Mengapa Gatot Nurmantyo Meragukan Penerusnya?

Dugaan TNI Disusupi Anasir Komunis, Mengapa Gatot Nurmantyo Meragukan Penerusnya?
* Pengamat komunikasi politik dan militer dari Universitas Nasional (Unas), Jakarta, Selamat Ginting. (Foto: ist)

Jakarta, obsessionnews.com – Reaksi atas tudingan bahwa TNI diduga disusupi anasir komunis seperti ditengarai mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo masih bergulir. Pengamat komunikasi politik dan militer dari Universitas Nasional (Unas), Jakarta, Selamat Ginting merasa heran atas sikap Gatot yang terkesan tidak percaya pada  juniornya di TNI AD.

Baca juga:

Ingin Nonton Film ‘Pengkhianatan G30S/PKI’ yang Asli? Ini Saran dari Roy Suryo

Panglima TNI Enggan Berpolemik Soal Dugaan Penyusupan PKI di Tubuh TNI

“Saya tidak sependapat dengan pernyataan Pak Gatot Nurmantyo. Alasannya pertama; para prajurit telah diikat dalam sumpah ketika dilantik menjadi prajurit TNI. Dalam sumpah dan janji pertamanya dinyatakan: akan setia kepada NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Kedua; para prajurit TNI diikat dengan tujuh jalan hidupnya yang disebut Sapta Marga. Pada marga pertama dan kedua, jelas-jelas disebutkan tentang Pancasila. Pada marga pertama, sebagai warga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang bersendikan Pancasila. Kemudian pada marga kedua, sebagai patriot Indonesia, pendukung serta pembela ideologi negara yang bertanggung jawab dan tidak mengenal menyerah. Jadi, mengapa Gatot Nurmantyo tidak mengacu pada dua hal tersebut? Apalagi Gatot pernah menjadi Panglima Kostrad, Kepala Staf Angkatan Darat dan Panglima TNI. Mengapa dia meragukan penerusnya di TNI saat ini,” kata Ginting dengan penuh tanya.

Terlebih lagi, katanya di Jakarta, Selasa (29/9) TNI merupakan benteng terakhir pengawal ideologi Pancasila.

“Jadi TNI sudah belajar banyak dari pengkhianatan ideologi lain, termasuk pengkhianatan PKI (Partai Komunis Indonesia) pada tahun 1948 dan 1965. Sehingga TNI berusaha keras untuk tidak lagi disusupi ideologi lain, termasuk ideologi komunis,” tandas kandidat doktor ilmu politik itu. (rud)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.