Selasa, 18 Januari 22

Dua Retakan Gunung Anak Krakatau yang Bikin Khawatir

Dua Retakan Gunung Anak Krakatau yang Bikin Khawatir
* Erupsi Gunung Anak Krakatau. (Foto Istimewa)

Jakarta, Obsessionnews.com – Pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau terus ditingkatkan pasca terjadinya tsunami di Selat Sunda. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahkan menemukan dua retakan baru dalam satu garis lurus pada salah satu sisi tubuh Gunung Anak Krakatau.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, retakan diduga muncul setelah gunung mengalami penyusutan dari sebelumnya 338 meter di atas permukaan laut (mdpl) menjadi hanya 110 mdpl. BMKG khawatir retakan ini bisa memicu longsoran bawah laut yang berujung pada gelombang tinggi atau tsunami seperti yang sudah terjadi.

Sebab, volume bagian badan gunung yang mungkin longsor itu sebesar 67 juta meter kubik (m3) dengan panjang sekitar 1 kilometer (km). Volume ini memang cenderung lebih sedikit dibandingkan longsoran dua pekan silam, yakni berkisar 90 juta m3. Kendati begitu, BMKG tetap mengimbau kepada warga untuk waspada saat berada di zona 500 meter sekitar pantai.

“Yang kami khawatirkan di bawah laut curam, di atas landai. Jika retakan tersambung lalu ada getaran, ini bisa terdorong dan bisa roboh (longsor),” ujat Dwikorita belum lama ini.

Untuk mengantisipasi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap tinggi gelombang laut, BMKG telah memasang sensor water level dan sensor curah di Pulau Sebesi, Selat Sunda. Petugas BMKG memasang alat pengukur ketinggian air atau “water level” saat berlangsung erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di Pelabuhan Pulau Sebesi, Lampung Selatan, Lampung, Selasa (1/1/2019).

Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono mengatakan alat tersebut terkoneksi langsung ke server Automatic Weather Station (AWS) milik BMKG yang bisa membantu pergerakan Gunung Anak Krakatau.

Selain pemasangan sensor, BMKG juga telah merintis sistem peringatan dini akibat longsoran lereng Gunung Anak Krakatau, Indonesia Seismic Information System (InaSEIS), yang beroperasi di Selat Sunda dan berbasis pada pemantauan intensitas gempa skala lokal.

Daryono menyebut alat ini dibuat secara manual oleh BMKG, sebab di dunia belum terdapat sistem peringatan dini tsunami akibat longsoran lereng vulkanik. Sayangnya Daryono tidak menjabarkan dengan detail metode pembuatan berikut cara kerja dari alat ini.

Imbauan untuk menjauh dari Gunung Anak Krakatau dengan radius minimal 5 km juga dirilis Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk seluruh pelayaran yang melalui perairan Selat Sunda. Imbauan ini tidak berlaku untuk kapal-kapal kecil berukuran di bawah 35 GT—termasuk kapal nelayan. Untuk sementara, mereka diminta untuk tidak melaut hingga cuaca dipastikan sudah benar-benar aman.

Pemerintah juga meminta para nakhoda untuk selalu memonitor perkembangan cuaca melalui rilis-rilis resmi yang dikeluarkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Badan Geologi, Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, dan/atau melalui semua alat yang dapat digunakan untuk menerima berita cuaca di atas kapal seperti Navtex, Weather Fax, maupun Weather Telex

Kemudian pemerintah juga meminta masyarakat untuk tidak mudah terpancing isu-isu terkait erupsi Gunung Anak Krakatau yang bakal memicu gempa berkekuatan 8 skala Richter (SR) dalam waktu dekat. Ia memastikan kabar itu hoaks.

“Sampai saat ini gempa bumi, terlebih tsunami, belum bisa diprediksi. Jadi, jika banyak beredar isu terkait prediksi gempa dan tsunami abaikan saja berita itu,” tulis pernyataan resmi BMKG.

Sampai hari ini, jumlah korban tewas akibat tsunami Selat Sunda sudah bertambah menjadi 437 jiwa. Sebanyak 426 jenazah sudah dimakamkan, sementara sisanya masih dalam proses identifikasi.

Korban luka mencapai 14.059 orang, 16 orang hilang, dan 33.721 mengungsi. Jumlah bangunan rusak juga bertambah menjadi 2.752 rumah dan 92 penginapan dan warung. Alat transportasi yang hancur sebanyak 510 kapal dan perahu, 147 kendaraan roda dua dan empat, serta dua fasilitas dermaga. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.