Jumat, 20 Mei 22

DMI Minta Umat Islam Sabar Sikapi Kasus Anjing di Masjid Sentul

DMI Minta Umat Islam Sabar Sikapi Kasus Anjing di Masjid Sentul
* PP Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jl Jenggala I, No 3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. (Foto: Kapoy/OMG)

Jakarta, Obsessionnews.comHakikinya umat Islam sepanjang sejarah peradaban Islam memang selalu mendapat tantangan, ujian, dan cobaan yang besar. Diketahui Nabi Muhammad Saw semasa hidupnya mendapatkan hal serupa, mulai dari kelahirannya sampai menjalankan siar Islam begitu besar tantangan bahkan kezaliman yang dihadapi.

Namun atas keteguhan hati, kesabaran dan atas berkah perlindungan Allah Swt, umat Islam dan peradaban Islam berlangsung sampai sekarang, sudah 15 abad lamanya.

Menurut Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Syafruddin,  jika umat Islam bisa melewati cobaan, tantangan dengan baik, kesabaran, dan ketabahan seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad  kepada semua umat islam dan seluruh umat apapun di dunia, itu menjadi teladan bagi semua umat.

“Maka kita akan hidup tentram, umat Islam akan hidup tentram, bangsa Indonesia akan hidup tentram,” ujar Syafruddin usai jumpa persnya di PP DMI, Jl Jenggala I No 3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (1/7/2019).

Mantan Wakil Kepala Polisi Republik Indonesia (Wakapolri) ini memaparkan cerita sejarah tersebut karena terkait adanya dugaan penodaan agama yang dilakukan oleh perempuan berinisial SM (52) dengan membawa seekor anjing dan mengamuk di Masjid Al Munawwaroh Sentul City, Bogor pada Minggu (30/6). Kejadian tersebut terekam dalam sebuah video, dan video itu kini viral di media sosial.

 

Baca juga: Perempuan Bawa Anjing ke Masjid, DMI Minta Polisi Terbuka

Untuk itu, dia mengimbau kepada para organisasi Islam lainnya, majelelis ulama, ormas-ormas Islam untuk bersama-sama mengimbau, memberikan pencerahan yang baik kepada khusunya umat Islam.  Tak hanya kepada organisasi Islam, seluruh anak bangsa Indonesia untuk menyikapi masalah ini dengan ketulusan hati dan kesabaran yang perlu dilakukan.

“Bagi pemerintah, Kementerian agama agar ikut menyikapi hal ini, karena ini masalah kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegasnya.

Menurut pria kelahiran Makasar, 12 April 1961 ini, dengan adanya kejadian seperti ini umat Islam merasa terusik akan masalah-masalah akidahnya, masalah prinsip, dan syariatnya.

“Itu yang perlu saya sampaikan, sekali lagi mari kita menyikapi dengan kesabaran, dan sekaligus mari kita bersama-sama seluruh masyarakat indonesia, seluruh umat Islam memantau apa yang dilakukan baik itu aparat, peneggak hukum, maupun para pengurus, petugas majelis ulama yang sudah menangani masalah ini, silakan dipantau dan diberikan kepada publik supaya tidak terjadi kekisruhan,” ungkap mantan Wakapolda Sumatera Utara itu.

Selain itu, Syafruddin  juga meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak menjadikan peristiwa ini dijadikan perdebatan, sehingga bisa terbelah satu sama lain. “Umat Islam bisa terbelah satu sama lain, anak bangsa Indonesia bisa terbelah,” tuturnya.

Untuk itu, dia mengajak umat Islam agar tetap solid, anggap saja peristiwa ini sebuah ujian. Walaupun pahit dan walaupun itu dianggap sebuah penzaliman terhadap umat Islam.

“Tapi mari kita sikapi dengan sabar, seperti yang dicontohkan Rasulullah Saw kepada kita semua sampai kapan pun bahkan sampai doakhir zaman pun,” pungkasnya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.