Jumat, 6 Desember 19

Dituding Rancang Demo Mahasiwa, IPB Benarkan Dosennya Ditangkap Polisi

Dituding Rancang Demo Mahasiwa, IPB Benarkan Dosennya Ditangkap Polisi
* Ilustrasi tahanan. (Foto: Jawapos)

Jakarta, Obsessionnews.com – Institut Pertanian Bogor (IPB) membenarkan bahwa ada salah satu dosennya yang ditangkap polisi karena dituding ikut merancang demo mahasiswa. Dosen itu berinisial AB yang mengajar di Fakultas Ekonomi dan Managemen. Ia ditangkap di Cipondoh, Tangerang Kota.

“Sehubungan dengan pemberitaan yang beredar saat ini mengenai penangkapan salah satu dosen IPB, sdr Abdul Basith, kami merasa terkejut dan sangat prihatin terhadap hal tersebut,” kata Kabiro Komukasi IPB Yatri Indah Kusumastuti melalui keterangan tertulisnya, Minggu (28/9/2019) malam.

Ia menegaskan, IPB secara insitusi tidak pernah memerintahkan dosen atau mahasiswanya untuk melakukan demo. Dengan begitu, tindakan yang diduga dilakukan oleh AB tidak berkaitan dengan aktivitasnya sebagai dosen di IPB. Yatri mengatakan, pihaknya menghormati proses hukum.

“Perlu kami sampaikan bahwa dugaan aktivitas yang dilakukan adalah tidak ada kaitannya dengan tugas yang bersangkutan sebagai dosen IPB dan menjadi tanggung jawab penuh yang bersangkutan sebagai pribadi. Terkait masalah ini IPB menghormati proses hukum yang berlaku,” sebut Yatri.

Yatri menuturkan, IPB masih mencari informasi dari pihak kepolisian untuk mengetahui fakta-fakta yang melibatkan salah satu dosennya.

“Saat ini kami masih terus berusaha mencari informasi dan kejelasan mengenai hal tersebut kepada pihak yang berwenang untuk mendapatkan informasi yang sebenar-benarnya,” sambungnya.

Sebelumnya, Polisi menangkap enam orang yang diduga merancang kerusuhan dalam sebuah aksi demo. Enam orang itu ditangkap di Jalan Maulana Hasanudin, Kecamatan Cipondoh, Tangerang Kota, Sabtu (28/9).

Disebut-sebut mereka telah menyiapkan bahan peledak berupa bom molotov. Penangkapan dilakukan oleh Polda Metro Jaya. Mereka kini sudah diamankan di Polda Metro Jaya.

Dari informasi yang diterima, keenam pelaku ini yakni AB (44), S (30), YF (50), A (43), OS (42), dan SS (61). Mereka terdiri dari berbagai macam latar belakang. Mulai dari dosen hingga karyawan swasta. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.