Minggu, 25 Oktober 20

Diskusi tentang Nabi Muhammad Dibedah di Amerika Serikat

Diskusi tentang Nabi Muhammad Dibedah di Amerika Serikat
* Diskusi tentang Nabi Muhammad.

Masyarakat Amerika Serikat (AS) semakin tertarik dengan Islam. Perkembangan Islam di AS pun semakin pesat, bahkan kini digelar diskusi tentang Nabi Muhammad di negara Paman Sam tersebut.

Diskusi buku “Humanity of Muhammad” karangan Prof. Craig Considine, Ph.D. segera digelar pada
Minggu (27/9/2020), pukul 9 pagi waktu Amerika bagian Timur (US Eastern Time), dengan menghadirkan kembali Prof. Craig Considine dalam acara mingguan Bincang Serius tapi Santai (SerSan).

“Kali ini beliau akan hadir sebagai penulis (author) buku terbaru berjudul Humanity of Muhammad atau aspek-aspek kemanusiaan Muhammad SAW,” kata Presiden Nusantara Foundation, Dr Shamsi Ali, WNI yang berdomisili di New York, Selasa (22/9).

Buku menjadi unik karena beberapa alasan:

1. Ditulis oleh seorang ilmuan, Professor dalam bidang anthropology, dan non Muslim (Katolik), tapi sangat jujur dalam menyampaikan isu-isu kemanusiaan Rasulullah SAW.

2. Justeru ditulis oleh seorang akademisi Amerika yang saat ini banyak terpengaruh oleh miskonsepsi Islam, khususnya mengenai Rasulullah SAW.

3. Dituliskan dengan metode penelitian yang dalam dan panjang, sehingga memiliki dasar dan referensi yang cukup solid.

4. Mendapat endorsement atau pengakuan dari banyak tokoh/Cendekiawan Muslim. Kebetulan saja saya adalah salah seorang endorser (memberikan testimoni) pada buku ini.

Dan banyak lagi alasan lain kenapa buku Humanity of Muhammad ini penting untuk dibaca dan diketahui.

“Bagi saya, ketika seorang non Muslim, yang sekaligus cendekiawan menulis dan mengekspresikan kekagumannya kepada Rasulullah SAW adalah sesuatu yang perlu diapresiasi. Selebihnya biarlah Allah yang memberikan penilaianNya,” lanjut Shamsi Ali.

“Saya mengenai Dr. Considine sudak cukup lama, sekitar 2007 yang lalu. Saat itu beliau masih kuliah S1 di George Washington University di bawah asuhan Prof Akbar Ahmed, yang juga mantan Dubes Pakistan ke Inggris,” ungkapnya.

“Sejak itu kami melanjutkan komunikasi hingga berhasil menyelesaikan jenjang pendidikannya yang tertinggi dan menjadi Professor di Rice University Houston,” tandasnya.

Dua tahun lalu Dr. Considine hadir dalam acara tahunan Nusantara Foundation pembicara utama (keynote speaker).

Satu hal yang membanggakan dan saya apresiasi dari Dr. Considine adalah konsistensi dalam membela apa yang dianggap benar. Bahkan Jika hal itu ditentang oleh arus banyak dia tidak goyah.

“Sebagai non Muslim pembelaan kepada Islam bukan hal mudah. Membela Rasulullah SAW di rana publik, apalagi di media sosial bukan bukan hal gampang. Karena anda akan dituduh dengan berbagai tuduhan,” jelas Shamsi.

“Semoga konsistensi beliau ini dicatat sebagai jalan menuju kebaikan besar di mata Allah. Apapun bentuk kebaikan itu biar Allah yang tahu,” tambahnya. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.