Senin, 26 Oktober 20

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) – Elvyn G. Masassya

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) – Elvyn G. Masassya
* Elvyn G. Masassya.

Elvyn G. Masassya berhasil membawa Pelindo II (IPC) ke era baru industri pelabuhan dengan berbagai proyek strategis yang telah dilaksanakan. Berkat kepemimpinannya yang cair namun tetap tegas dan profesional, ia mampu membenahi perusahaan dengan semangat From Good to Great.

Dalam masa kepemimpinan yang sudah melewati satu tahun, Elvyn sanggup menjawab persoalan menahun seputar dwelling time di pelabuhan yang menjadi keprihatinan banyak kalangan. Tahun lalu, realiasi dwelling time di Tanjung Priok sudah mencapai rata-rata 2,7 hari. Ini jauh lebih singkat dari pelabuhan lain yang tidak di bawah pengelolaan IPC.

Selain itu, Elvyn juga berhasil membenahi image IPC, di mana pelabuhan-pelabuhan di bawah naungan IPC telah berubah menjadi lebih modern. Kini, di bawah kepemimpinan Elvyn, pelabuhan Priok tampak lebih rapi dan bersih. Bersama timnya, Elvyn juga ingin membawa IPC menuju world class port.

Sementara pencapaian lainnya, bisa dilihat dari volume atau jumlah kontainer yang keluar masuk di IPC. Pada 2016 lalu, terdapat kurang lebih 6 juta TEUs kontainer dalam setahun. Perusahaan juga berhasil meraih score Key Performance Indicator (KPI) sebesar 101,72. Kemudian dari sisi governance, perusahaan juga berhasil mencapai angka yang ditargetkan, sebesar 93,32.

Pada 2016, IPC meraih pendapatan Rp 8,9 triliun (audited) meningkat sekitar 15% dari tahun sebelumnya, dan EBITDA Rp 3,2 triliun, serta total aset Rp.43,5 triliun. Kinerja keuangan ini didukung naiknya realisasi arus peti kemas mencapai 6,08 juta TEUs.

Dalam memimpin IPC, Elvyn memulainya dengan melakukan beberapa terobosan, antara lain pembenahan dalam bidang teknologi. Ya, musisi Jazz ini percaya betul, bahwa di era modern, sebuah korporasi modern harus berbasis IT.

Untuk itu, ia meluncurkan inovasi-inovasi terkini berbasis teknologi.

Terdapat empat sistem berbasis IT, yakni Integrated Billing System (IBS) termasuk di dalamnya adalah cash management, yaitu segala urusan dokumentasi dan pembayaran hanya bisa di satu tempat. Kemudian terminal operating system, yakni pengelolaan terminal yang lebih rapih. Sistem ini bermanfaat untuk mempercepat dan meningkatkan akurasi kegiatan di terminal, termasuk monitoring aktivitas pelayanan kepada pengguna jasa.

 

Sementara dalam konteks speed, ada Inaportnet (Indonesia Pelabuhan Net), untuk proses administrasi kedatangan dan keberangkatan kapal yang dilakukan secara online termasuk transparansi pelayanan kapal di Tanjung Priok.

Kemudian sistem autogate merupakan salah satu cara untuk mempercepat arus ekspor dan impor barang dari dan ke luar negeri melalui pelabuhan Tanjung Priok maupun terminal-terminal petikemas di cabang-cabang lain secara bertahap.

Selain itu, ia juga telah membuat roadmap untuk 5 tahun (2016 – 2020) yang dikembangkan menjadi 5 tahapan. Dimulai dari 2016 adalah tahapan fase fit in infrastructure, yakni proses bisnis, sistem dan prosedur yang benar sebagai satu korporasi. Setelah itu, 2017 ini dilanjutkan dengan tahapan yang disebut fase enhancement, yakni peningkatan kapasitas, peningkatan kualitas dan peningkatan performance. Lalu 2018 fase establisment, 2019 fase sustainable superior performance, dan 2020 menjadi world class port. (Has)

Artikel ini dalam versi cetak dimuat di Majalah Men’s Obsession edisi Agustus 2017. 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.