Selasa, 5 Maret 24

Dinakhodai Ali Ghufron Mukti BPJS Kesehatan Menuai Prestasi di Tengah Pandemi

Dinakhodai Ali Ghufron Mukti BPJS Kesehatan Menuai Prestasi di Tengah Pandemi
* Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti. (Foto: Sutanto/obsessionnews)

Jakarta, obsessionnews.comBPJS Kesehatan di bawah nakhoda Ali Ghufron Mukti tak henti mengembangkan beragam trobosan baru. Hal itu dilakukan guna mengakomodasi kebutuhan stakeholders JKN-KIS. Kerja cerdas yang dilakukan olehnya pun berbuah manis.

Di 2021 menjadi start point BPJS Kesehatan untuk meramu strategi jitu di bawah formasi kepemimpinan baru. Tak lama setelah dilantik, jajaran Direksi BPJS Kesehatan periode 2021-2026 langsung tancap gas mencanangkan Program BPJS Kesehatan Mendengar, yakni sebuah wadah untuk memperkuat engagement dengan semua stakeholder JKN-KIS.

Dari sanalah disusun lima fokus utama BPJS Kesehatan 2021 yang meliputi peningkatan mutu layanan, kolekting iuran, strategic purchasing, peningkatan kapabilitas badan, dan kontribusi dalam penanganan Covid-19. Guna mendongkrak mutu layanan kepada peserta upaya yang dilakukan, di antaranya melalui optimalisasi antrean online.

Hingga November 2021, sistem antrean online yang terkoneksi dengan Mobile JKN menyentuh 1.263 rumah sakit. BPJS Kesehatan juga melakukan simplifikasi layanan bagi pasien thalassemia mayor dan hemofilia yang menjalani terapi rutin di rumah sakit.

“Nomor BPJS Kesehatan Care Center 1500 400 kami diubah menjadi 165 agar lebih mudah diingat para peserta. Sebelumnya kami telah menghadirkan kanal layanan digital, seperti Pelayanan Administrasi melalui Whatsapp (PANDAWA) dan Chat Assistant JKN (CHIKA),” ujar pria yang akrab disapa Ghufron ini dikutip dari majalah Men’s Obsession edisi CEO Pilihan 2022, Jumat (18/3/2022).

Bagi masyarakat dan peserta JKN-KIS yang berada di daerah perifer, BPJS Kesehatan menghadirkan layanan jemput bola melalui Mobile Customer Service (MCS).

“Sampai 31 Januari 2021, jumlah peserta JKN-KIS telah mencapai 236 juta jiwa,” terang peraih penghargaan Best CEO dari Obsession Awards 2021 ini.

BPJS Kesehatan juga aktif melibatkan partisipasi masyarakat dan badan usaha untuk berkontribusi mendukung JKNKIS melalui kegiatan temu pelanggan badan usaha, kompetisi Hackathon, dan peluncuran Jurnal JKN.

Hingga 30 November 2021 mencatat penerimaan iuran JKN-KIS sebesar Rp124,89 triliun, dan diproyeksikan mencapai Rp137,42 triliun pada 31 Desember 2021. Adapun kanal pembayaran iuran peserta JKN-KIS telah mencapai 696.569 titik. “Kami bersyukur tahun 2021 kami surplus,” tandas Ghufron.

Untuk mengoptimalkan upaya kolekting iuran, BPJS Kesehatan telah menciptakan Aplikasi Rekonsiliasi Iuran Pemda (ARIP) dan membuka Kelas Konsultasi Implementasi Perpres (KKIP) Nomor 75/2019 dan Perpres Nomor 64/2020. Ghufron menuturkan, pihaknya siap mengimplementasikan Program Rencana Pembayaran Iuran Bertahap (REHAB) pada 2022 untuk memudahkan peserta JKN-KIS PBPU dan Bukan Pekerja melunasi tunggakan iurannya.

“Kami juga berupaya mengoptimalkan program donasi dan crowdfunding melalui audiensi bersama Wakil Presiden RI,” tambahnya.

Dalam hal pembiayaan jaminan kesehatan, BPJS Kesehatan telah mengeluarkan Rp80,98 triliun. “Tahun 2021, kami mulai menerapkan mekanisme pemberian uang muka pelayanan kesehatan kepada Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) untuk memperlancar arus kas keuangan fasilitas kesehatan, sehingga diharapkan mereka bisa fokus memberikan pelayanan terbaik kepada peserta JKN-KIS,” paparnya.

Halaman selanjutnya

Pages: 1 2

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.