Kamis, 5 Agustus 21

Dilema Corona bagi Perantau di Jakarta

Dilema Corona bagi Perantau di Jakarta
* Suasana sepi di Pasar Dagang (PD) Cipulir, Jakarta, akibat virus Corona, Selasa (24/3/2020). (Foto: Edwin B/Obsession News)

Oleh: Basuki Tri Andayani,  Praktisi Komunikasi 

Tamu bernama Corona ini memang istimewa. Kehadirannya membuat manusia di berbagai penjuru dunia merana. Yang paling merasakan dampaknya tentu saja penderita. Semoga segera sembuh seperti sedia kala. Berikutnya dokter, perawat, dan paramedis lainnya yang berjibaku membantu pasien dengan alat pelindung diri seadanya.

Setiap membaca kisah mereka, tak terasa air mata berkaca-kaca. Semoga Tuhan YME memberikan pahala yang setimpal dengan jerih payah mereka.

Bagi para perantau di Jakarta, Corona tak kalah melahirkan dilema. Ketika pemerintah meminta para pekerja beraktivitas di rumah mereka selama 14 hari kerja dan kegiatan sosial di luar rumah dibatasi, Jakarta berangsur sepi. Warung-warung makanan satu persatu tak berjualan lagi.

Bagaimana tidak dilema, beraktivitas berhari-hari di kamar kos tanpa televisi. Hidup sendiri minim interaksi, tentu bukan hal mudah untuk dinikmati. Tak berlebihan jika muncul perasaan di kos terancam kelaparan, keluar khawatir ketularan, mau mudik disangka pembawa virus dan kuman.

Kan bisa beli makanan via ojek online, kata mereka. Masalahnya, siapa yang menjamin kebersihan dan kesehatan pengojeknya? Siapa yang menjamin makanan tetap higienis? Siapa yang menjamin penyemprotan desinfektan di jalanan dapat membebaskan makanan yang kita konsumsi bebas dari bahaya yang mengintimidasi?

Dalam kondisi seperti ini, tak ada yang bisa menjamin keselamatan kita. Hidup dan mati Allah SWT yang berkuasa, memaksimalkan usaha kewajiban kita semua. Ikhtiar sebisa-bisa itu yang harus menjadi semangat bersama. Tuhan tak pernah salah menetapkan takdir-Nya. Maha karya-Nya tak ada yang sia-sia. Mari kita ambil hikmahnya. Kita jadikan cambuk untuk kehidupan yang lebih baik esok dan lusa.

Mulai hari ini Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) harus menjadi gaya hidup setiap orang. Jangan pipis dan buang sampah secara sembarang. Menjaga pola makan, olah raga, bekerja dan beristirahat secara seimbang. Sikap egois dan asosial harus dibuang. Dan tak lupa berdoa setiap pagi dan petang, malam maupun siang.

Bersatulah perantau Jakarta, mari bersama mengusir Corona.

Semoga badai segera berlalu.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.