Minggu, 26 September 21

Diduga Main Mata dengan DPR, MK Akhirnya Tolak Gugatan KPK

Diduga Main Mata dengan DPR, MK Akhirnya Tolak Gugatan KPK
* Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD.

Jakarta, Obsessionnews.com – Ditolaknya gugatan yang diajukan wadah pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait uji materi Hak Angket KPK oleh Mahkamah Konstitusi (MK), diduga kuat sebagai barter politik atas lobi-lobi politik yang dilakukan Ketua MK Arief Hidayat ke Komisi III DPR.

Menanggapi hal itu, mantan Ketua MK Mahfud MD sudah menduga sejak awal MK akan menolak gugatan KPK. Ini terjadi setelah ramai pertemuan Arief dengan pimpinan Komisi III yang berujung dengan sanksi pelanggaran etik.

“Sudah diduga sejak Desember MK akan memutuskan seperti itu,” ujar Mahfud saat dihubungi, Jumat (9/2/2018).

MK memutuskan bahwa KPK adalah bagian dari eksekutif yang bisa dijadikan objek hak angket DPR. Dengan begitu maka Hak Angket KPK dinyatakan sah tidak melanggar hukum. Menurut Mahfud, publik sekarang sudah tidak heran karena adanya lobi-lobi politik yang sudah beredar.

Lobi itu bertujuan agar DPR kembali memperpanjang masa jabatan Arief sebagai Hakim MK. Sebagai gantinya, MK akan memenangkan DPR dalam perkara uji materi terkait hak angket KPK.

Menurut Mahfud sanksi etik merupakan teguran yang memberi pesan masyarakat sulit percaya dengan hakim MK, meski tidak ditemukan lobi-lobi itu dari Dewan Etik.

“Isu itu benar ketika Dewan Etik MK menyatakan pelanggaran etik sudah terjadi meskipun ringan. Sudah benar putusannya, berarti ada (lobi). Sekurang-kurangnya ada gejalanya,” kata Mahfud.

“Itu sebagai teguran moral untuk mengatakan Anda tidak kami percaya untuk memutus kasus ini karena secara etik sudah melanggar,” jelasnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.