Selasa, 28 September 21

Dibubarkan, HTI Mengadu ke DPR

Dibubarkan,  HTI Mengadu ke DPR
* Unjuk rasa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). (Foto: Net)

Jakarta, Obsessionnews.com – Sejumlah pengurus Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) mendatangi Gedung DPR untuk bertemu dengan Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Rabu (10/5/2017). Mereka bermaksud menyampaikan aspirasi terkait keputusan pemerintah membubarkan HTI.

“Kami ingin menyampaikan pandangan kami, aspirasi kami terkait rencana pemerintah sebagaimana disampaikan Menko Polhukam Wiranto Senin lalu bahwa merencanakan membubarkan organisasi HTI,” ujar juru bicara HTI Ismail Yusanto.

HTI, kata Ismail, menolak keras untuk dibubarkan. Sebab pembubaran itu dianggap tidak punya alasan atau dasar hukum yang kuat. Untuk itu ia meminta kepada Fadli untuk memberikan perlindungan dan dukungan terhadap HTI.

“Kami memohon setiap perlindungan dan dukungan dari Pak Fadli sebagai wakil rakyat untuk dalam persoalan ini. Kami tentu saja tak ingin langkah yang ditempuh pemerintah terus berlanjut karena HTI legal, punya hak konstitusional melakukan kegiatan, ” tuturnya.

Seperti diketahui, pemerintah memutuskan membubarkan HTI karena dianggap membahayakan NKRI. Pembubaran ormas tersebut ditempuh melalui jalur hukum lewat pengadilan dan prosesnya sedang dilakukan.

“Sebagai ormas berbadan hukum, HTI tidak melaksanakan peran positif untuk mengambil bagian dalam proses pembangunan guna mencapai tujuan nasional,” ungkap Menko Polhukam Wiranto saat mengumumkan pembubaran HTI, Senin (8/5).

Mantan Pangab itu mengatakan HTI tidak melaksanakan peran positif untuk ikut melaksanakan pembangunan. HTI juga disebut Wiranto melakukan kegiatan yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

“Aktivitas yang dilakukan nyata-nyata telah menimbulkan benturan di masyarakat yang dapat mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat, serta membahayakan keutuhan NKRI,” tandasnya. (Albar).

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.