Senin, 14 Oktober 19

Diancam Tak Dibiayai Sekolah, R Tega Hamili Adik Kandung

Diancam Tak Dibiayai Sekolah, R Tega Hamili Adik Kandung
* Ilustrasi berpacaran. (Foto: Instagram.com/sum_art90)

Kutai Timur, Obsessionnews.com – Gadis remaja berinisal B (19), warga Desa Singa Gembara, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, harus menanggung malu dan beban setelah dihamili oleh kakak kandungnya sendiri.

B, gadis yang berstatus pelajar kelas III di salah satu SMA di Kutai Timur ini tidak bisa menyembunyikan kehamilannya saat diketahui mual-mual di sekolah. Awalnya B beralasan sakit kista. Alasan yang sama juga disampaikan B ke tetangga dan orangtua. Selama ini B jarang keluar rumah.

Tetapi, para tetangga menaruh curiga. Ibu RT dan tetangga mendekati B lalu membujuk agar B mau bercerita jujur. Namun B tetap mengaku sakit. Tak percaya, Ibu RT kemudian membawa B ke rumah sakit. Setelah dicek, gadis itu ternyata hamil. Akhirnya B terbuka, dia dihamili oleh kakak kandungnya.

Tak menunggu lama, ibu RT membawa B ke Polres Kutai Timur dan membuat laporan polisi dengan nomor LP/119/X/2019/Kaltim/Res Kutim.

Hasil penyelidikan polisi, korban mengaku sering di-bully di sekolah oleh temannya. Saat pulang, ia sering curhat ke kakak kandungnya, R (23). Curhatan itu berujung pada ajakan berhubungan badan.

“Dia (B) sering curhat ke kakaknya. Karena curhatan itu secara terus-menerus, kakaknya mengajak berhubungan badan. Itu asal muasalnya,” ungkap Kasat Reskrim Polres Kutim AKP Ferry Putra Samodra saat dikonfirmasi, Selasa (8/10/2019).

Awalnya B dipaksa R melakukan hubungan intim. Jika permintaan ditolak, R tak membiayai sekolah B.

Berawal dari paksaan, lama kelamaan keduanya saling suka layaknya suami istri. Hubungan itu dilakukan berkali-kali sejak 2018. Mereka melakukannya terakhir kali pada September 2019.

Ferry mengatakan, B memiliki sembilan bersaudara. R adalah kakak pertama dari B. Selama ini orangtua B tinggal terpisah bersama anak-anak, tetapi rumah bersebelahan.

“Hubungan badan dilakukan di rumah yang mereka (B, R, dan adik-adiknya) tinggal,” katanya.

Perbuatan itu mereka lakukan saat rumah dalam keadaan kosong, tak ada adik-adiknya. Hingga B hamil, orangtua B dan R tak mengetahui kejadian itu. Mereka baru mengetahui ketika ada laporan polisi dan hasil cek rumah sakit.

Kini Polres Kutim telah menahan R. Pria itu mengakui telah menyetubuhi adiknya dengan alasan suka sama suka.

R dijerat Pasal 18 dan Pasal 82 UU nomor 35/2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana penjara 15 tahun. B kini tinggal bersama orangtua dan menjalani masa kehamilan. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.