Senin, 26 Oktober 20

Di Masa Pandemi Covid-19, Pelaku Industri Perlu Perhatikan Lima Langkah Strategis Ini

Di Masa Pandemi Covid-19, Pelaku Industri Perlu Perhatikan Lima Langkah Strategis Ini
* Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Kemenperin)

Jakarta, Obsessionnews.com – Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang melanda Indonesia menyebabkan terjadinya perubahan tatanan pada hampir seluruh sendi kehidupan, termasuk pengaruh pada aktivitas sektor industri manufaktur.

Baca juga:

Apa yang Harus Dilakukan Jika Anda Tertular Virus Corona? 

Nasib Pekerja Seni Lukis di Tengah Pandemi Covid-19

Industri Keuangan Syariah Harus Terus Dikembangkan

Di Tengah Pandemi Covid-19, Kemenperin Dorong Industri Manufaktur Tetap Berkontribusi Bagi Perekonomian Nasional

Di masa pandemi Covid-19 pelaku industri perlu memperhatikan lima langkah strategis agar bisa menjalankan keberlangsungan usahanya.

Kelima langkah tersebut dapat disebut sebagai 5R bagi industri. Langkah pertama, yaitu resolve atau menangani pandemi di lingkungan perusahaan, termasuk dengan melibatkan partisipasi karyawan dalam penerapan protokol kesehatan.

Kedua, resilience atau upaya memperkuat perusahaan sehingga dapat bertahan.

Langkah ketiga, return atau kembali menjalankan aktivitas dengan mempertimbangkan aspek-aspek yang penting bagi masing-masing perusahaan.

“Ketiga langkah tesebut perlu diperkuat dengan dua langkah selanjutnya, yang menekankan pentingnya perubahan oleh perusahaan, yaitu re-imagination dan reform,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta dalam keterangan tertulis, Jumat (24/7/2020).

Agus menjelaskan, perusahaan perlu kembali memetakan bisnisnya berdasarkan kondisi baru yang dihadapi dan mereformasi model bisnis untuk mengambil peluang. Misalnya dengan mempertimbangkan opsi-opsi peluang bisnis baru dan menerapkan metode baru dalam bekerja untuk mengakselerasi produktivitas dengan memanfaatkan teknologi terkini.

“Dengan cara-cara tersebut kami optimistis sektor industri akan mampu bertransformasi menuju era industri 4.0, atau mempercepat adaptasi untuk kebiasaan baru di tengah dampak pandemi,” paparnya. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.