Sabtu, 29 Februari 20

Di Depan Anies, Tito Sebut Jakarta Seperti Kampung Jika Dibandingkan Shanghai

Di Depan Anies, Tito Sebut Jakarta Seperti Kampung Jika Dibandingkan Shanghai
* Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. (Foto: kemendagri.go.id)

Jakarta, Obsessionnews.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyindir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan membandingkan kondisi Jakarta dan Kota Shanghai di China. Jika dibandingkan Shanghai, Jakarta disebut masih sangat jauh seperti kampung.

“Pak Anies, saya yakin Pak Anies sering ke China. Kalau kita lihat Jakarta kayak kampung dibanding dengan Shanghai,” ujar Tito di hadapan para pimpinan daerah dalam Kongres Asosiasi Pemerintah Provinsi (APPSI) VI di Hotel Borobudur, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (26/11/2019).

Ucapan Tito ini bermula saat dia membahas mengenai sistem demokrasi yang dianut oleh negara-negara modern. Ia menyimpulkan, ternyata negara demokrasi tidak berbanding lurus dengan peningkatan ekonomi. Tito menyebut Amerika Serikat dan negara-negara Eropa yang menganut sistem demokrasi mengalami pertumbuhan ekonomi yang cenderung stagnan.

Saat menjelaskan hal itu, Anies Baswedan juga hadir. Selain itu, sejumlah kepala daerah dan sekretaris daerah juga turut hadir. Baru setelah itu, Tito membandingkan Jakarta dengan Shanghai.

“Jadi terjadi semacam kegalauan atas demokrasi. Karena yang tidak menggunakan sistem tersebut ekonominya melompat (lebih maju). Vietnam misalnya, sosialis kondisinya ekonominya melompat,” tutur Tito.

Selain itu, dia juga mencontohkan Thailand yang mana saat ini junta militer mengambilalih sistem demokrasi. “Supremasi sipil (di Thailand) diambilalih jadi junta militer dan ekonominya jalan. Juga di tempat lain Mesir yang tadinya diterapkan demokrasi, berantakan diambil oleh militer juga, ” papar Tito.

Dirinya kembali menyinggung China yang mengalami kemajuan ekonomi pesat meski tidak menganut demokrasi. Negara China menganut paham komunis. “Di China hanya satu partai. Nondemokrasi, itu melompat ekonominya,” ungkapnya.

Bahkan saat ini, lanjut Tito, ekonomi China mulai melampaui Amerika Serikat hanya dalam waktu 20 tahun saja. Padahal, pada masa lalu banyak pihak yang meragukan negara tirai bambu itu bakal maju berkembang.

Sejalan dengan kondisi ekonomi yang semakin baik, menurut Tito tata kelola lingkungan di China juga semakin bagus, terutama di kota-kota besar seperti halnya Shanghai.

“Tahun 1998 saya masih ingat, saya kebetulan (menempuh pendidikan) Sesko di Australia saat itu, dan sedang studi banding ke China. Saat itu Kota Beijing dan Kota Shanghai masih banyak yang naik sepeda,” ungkap Tito.

“(Saat itu) dibandingkan dengan Jakarta, Beijing (dan Shanghai) kayak kampung. Rumah-rumah kumuh, sungai kotor dan hitam banyak di mana-mana. Sepeda masih di jalan-jalan, ” lanjut Tito.

Dua tahun kemudian, yakni pada 2000, Tito kembali ke China dalam rangka tugas investigasi. Saat itu sepeda motor mulai banyak digunakan masyarakat China. Lalu pada 2004, ia melihat perubahan China cukup besar.

“Tahun 2004 mulai mobil sudah tapi tidak begitu bagus. Beberapa tahun kemudian saya datang lagi mulai terlihat infrastruktur, transportasi berkembang. Mobil mengkilat sudah banyak sekali, ” katanya.

“Tahun kemarin saya datang ke sana dalam rangka interpol conference di hotel yg sama, saya melihat sungai yang sama (seperti yang dia lihat tahun-tahun sebelumnya) sudah banyak orang yang berenang di situ. Airnya bersih, jernih, dulunya hitam pekat. Dan kemudian kita melihat Beijing sudah mirip-mirip seperti Washington DC, Shanghai sudah mirip-mirip New York,” tambahnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.