Rabu, 8 April 20

Demo Tolak Pajak dan BBM Naik di Perancis Rusuh!

Demo Tolak Pajak dan BBM Naik di Perancis Rusuh!
* Demo warga Perancis. (ParsToday)

Paris – Kebijakan Presiden Perancis Emmanuel Macron menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), menaikkan pajak dan lainnya, menuai aksi demo rakyat meledak besar-besaran di negara maju tersebut. Lautan massa melakukan demo menentang kebijakan rezim yang dinilai tidak sesuai dengan keinginan rakyatnya.

Meluasnya aksi demo warga Perancis dan sikap keras pemerintah terhadap demonstran kian membuat kondisi politik dan sosial di negara ini semakin tegang. Bahkan Presiden Emmanuel Macron meminta perdana menteri berunding dengan perwakilan demonstran dan di sisi lain, elit politik Perancis khususnya anggota Senat menuntut jawaban pemerintah atas kekerasan yang diberlakukan terhadap demonstran.

Terkait hal ini Ketua Senat Perancis, Gerard Larcher meminta Macron memberi jawaban atas krisis dan demo yang ada. Rencananya Senat hari Selasa akan memanggil Menteri Dalam Negeri Christophe Castaner.

Gelombang protes di Perancis meletus ketika negara ini sejak beberapa waktu lalu menghadapi beragam kendala ekonomi termasuk meningkatnya angka pengangguran dan inflasi.

Macron sejak menjabat presiden Perancis telah melakukan reformasi ekonomi dan sosial untuk memulihkan kondisi di negaranya. Meski demikian langkah Macron tidak selaras dengan kebutuhan warga sehingga warga bangkit memprotes kebijakan pemerintah.

Beberapa waktu lalu reformasi undang-undang kerja juga membangkitkan protes warga. Dan kini keputusan pemerintah Paris menaikkan harga bahan bakar mendorong gelombang protes di negara ini semakin luas.

Pemerintah Paris mulai tahun depan berencana menaikkan pajak setiap liter solar dan bensin sebesar 6,5 persen dan harga bensin perliter menjadi 2,9 dolar. Menyusul keputusan pemerintah ini, para demonstran yang dikenal dengan “Rompi Kuning” memblokade berbagai jalan tol dan utama di Perancis sejak 17 November. Mereka juga menghalangi akses ke pusat perbelanjaan dan sejumlah perusahaan dengan membakar ban di jalan-jalan.

Aksi demo tersebut kini menjadi kendala terbear pemerintah Paris dan Presiden Emmanuel Macron. Sementara itu, presiden Perancis dikabarkan masih bersikeras melakukan reformasi politik.

Terkait hal ini Macron mengatakan, dibanding dengan tahun sebelumnya, kondisi tidak begitu baik, namun Saya tidak lalai. Saya tidak memiliki keraguan bahwa reformasi ini akan membuahkan hasil.

Kini tuntutan mayoritas demonstran adalah pengunduran diri Macron. Kondisi di negara ini semakin parah menyusul kekerasan polisi terhadap demonstran dan diabaikannya tuntutan demonstran. Aparat keamanan Perancis selama beberapa hari lalu, saat merespon konsentrasi warga, menembakkan gas air mata dan granat bius ke arah demonstran. Bahkan mereka mengerahkan mobil water canon untuk membubarkan konsentrasi warga. Sejumlah laporan menyebutkan lebih dari 680 warga ditangkap selama aksi demo dan puluhan lainnya terluka serta beberapa orang bahkan dikabarkan tewas.

Gerard Larcher terkait kondisi ini mengatakan, pemerintah Perancis harus secepatnya memenuhi tuntutan demonstran sehingga negara keluar dari krisis.

Kini presiden Perancis menginstruksikan Perdana Menteri Édouard Philippe berunding dengan perwakilan demonstran. Padahal sebelumnya Macron mengatakan, dirinya mendengar tuntutan demonstran, namun ia tidak akan mundur dari keputusannya.

Sepertinya aksi protes saat ini semakin menunjukkan ketidakpuasan warga Perancis terhadap kinerja Macron. Para demonstran mengatakan telah tiba saatnya berbagai isu politik dan sosial di negara ini mengalami perubahan. (ParsToday)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.