Rabu, 20 Oktober 21

Demam Berdarah di Padang Telan 2 Korban

Demam Berdarah di Padang Telan 2 Korban

Padang, Obsessionnews – Sumatera Barat (Sumbar) tengah menghadapi status waspada demam berdarah dengeu (DBD) karena 18 dari 19 kabupaten kota adalah daerah endemis, kecuali Mentawai. Selama Januari 2015 terdapat dua orang di Padang yang meninggal dunia akibat demam berdarah.

Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Rosnini Savitri mengatakan, upaya yang mesti dilakukan dengan cara pemberantasan sarang nyamuk DBD dan melakukan gerakan 3M Plus, yakni menguras, menutup, dan mengubur potensi sarang nyamuk Aedes Sp., yang merupakan penyebar virus dengue penyebab demam berdarah.

Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Rosnini Savitri
Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Rosnini Savitri

“Semua kabupaten kota harus waspada karena 18 dari 19 kabupaten/kota adalah daerah endemis, kecuali Mentawai. Berantas sarang nyamuk melalui 3M Plus,” kata Rosnini Saavitri kepada obssesionnews.com, Kamis, (5/2).

Hingga minggu keempat tahun 2015 kasus DBD di Sumbar terdapat 179 kasus. Kota Padang menduduki peringkat tertinggi dengan jumlah kasus 40, disusul Kabupaten Tanah Datar sebanyak 32 kasus dan Kota Pariaman 30 kasus. Kemudian Kabupaten Pasaman terdapat 22 kasus, Kota Bukittinggi 18 kasus, Kota Payakumbuh 16 kasus.

Rosnini mengatakan, salah satu cara memberantas sarang DBD adalah dengan cara penyemprotan (fogging).

Secara nasional sepanjang 2009-2014 demam berdarah telah merenggut nyawa 3.453 orang. Ini menunjukkan demam berdarah salah satu penyakit yang mematikan dan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan harus secepatnya mengatasi penyakit ini.(Musthafa Ritonga)

Related posts