Minggu, 24 Maret 19

Debat Capres, Romahurmuziy: Prabowo Sempat Salah Tingkah

Debat Capres, Romahurmuziy: Prabowo Sempat Salah Tingkah
* Pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin. (foto: tirto.id)

Jakarta, Obsessionnews.com Dua pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno telah menunaikan debat pertama Pilpres 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Usai debat tersebut, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin mengklaim pasangan pilihannya menang. Penasihat TKN Jokowi-Ma’ruf, yakni Romahurmuziy alias Romi, menilai jagoannya unggul dari paslon nomor urut 02.

Baca juga: Jokowi Minta Prabowo Tak Asal Tuduh Soal Penegakan Hukum

Kemenangan itu saat Jokowi unggul ketika mempertanyakan isu gender di kepengurusan partai besutan Prabowo, Partai Gerindra. “Tentang gender dihubungkan dengan komitmen Prabowo dalam kepengurusan partainya ternyata tidak seisi dengan visi-misinya,” kata Romi di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (18/1).

Pria kelahiran Sleman, 10 September 1974 ini membeberkan, Jokowi menang dari Prabowo saat membicarakan isu korupsi. Menurut Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini, komitmen anti korupsi berbanding terbalik dengan kader Partai Gerindra yang mencalonkan enam eks terpidana korupsi.

“Kita lihat Prabowo sempet kehilangan keseimbangan dengan gimmick menari yang meperlihatkan seperti salah tingkah,” ujar Romi.

Baca juga: Jokowi Ingin Bawa Indonesia Maju dengan Optimisme

Cucu mantan menteri agama ke tujuh ini menyatakan, Jokowi menang dari Prabowo soal isu kepastian hukum. Ia menilai Prabowo kalah karena saat menanyakan kepastian hukum, Sandiaga Uno malah menjawab terkait isu ekonomi.

Sementara ia mengakui kekalahan Jokowi saat menjawab konflik kepentingan di tubuh kabinet. Seharusnya, Jokowi mampu menjelaskan perbedaan pendapat di tubuh kabinet.

“Ketika menyinggung impor pangan. Di situ pak Jokowi, harusnya menyampaikan perbedaan di antara menteri adalah hal yang biasa yang lain memang masalah waktu yang belum disampaikan dengan tuntas,” pungkas alumni Institut Teknologi Bandung (ITB).

Baca juga: Kisah Cinta Jokowi dan Kaum Santri

Debat kandidat capres ini dipimpin oleh dua moderator, yakni Ira Kusno dan Imam Priyono. Pada segmen pertama diperuntukkan kepada kedua paslon untuk menyampaikan visi-misi dan program. Sementara segmen kedua dan ketiga untuk menjawab pertanyaan yang telah disusun para pakar atau panelis.

Kemudian segmen keempat dan kelima adalah debat antar kandidat dengan saling mengajukan pertanyaan secara berimbang. Pada segmen keenam, akan ada closing statement dari kedua paslon.

Berikut closing statement pasangan capres dan cawapres nomor 01 Jokowi dan Ma’ruf Amin.

“Kami tidak ingin banyak bicara, kami sudah paham persoalan bangsa ini dan tahu apa yang harus kami lakukan,” ujar Jokowi menutup debat pertama Pilpres 2019 di Bidakara.

Dia melanjutkan,”Kami tidak punya potongan diktator atau otoriter, kami tidak punya rekam jejak melanggar HAM, kami tidak punya rekam jejak melakukan kekerasan, dan kami juga tidak punya rekam jejak masalah korupsi,” tegas orang nomor satu di Indonesia ini.

“Jokowi-Amin akan pertaruhkan jabatan dan reputasi, akan kami gunakan semua kewenangan yang kami miliki untuk perbaikan bangsa ini,” tambah Jokowi seiring menutup closing statement debat perdana Pilpres 2019.

Baca juga: Jokowi Bersih dari Korupsi dan Pelanggaran HAM

Seperti diketahui, dalam kesempatan ini kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden Pemilu 2019 dipersilakan untuk menyampaikan visi dan misinya jika nantinya terpilih.

Debat yang dipimpin oleh Ira Kusno dan Imam Priyono mempersilakan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf untuk menyampaikan visi dan misinya terlebih dahulu.

Jokowi didampingi Ma’ruf Amin pun menyampaikan visi dan misi keduanya yang bertajuk ‘Indonesia Maju’ yang menawarkan optimisme.

Baca juga: Kinerja Jokowi Memuaskan Rakyat

Menurut Jokowi, semakin maju dan demokratis sebuah negara maka penegakan hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) akan semakin baik.

Bukan hanya hak sipil dan politik yang penting, tetapi kepenuhan hak ekonomi, hak sosial dan budaya menjadi pilihan pasangan nomor urut satu ini untuk memajukan Indonesia.

Hal ini dicontohkan seperti akses lahan, akses pendidikan, akses pelayanan kesehatan, akses permodalan dan hak atas pembangunan, itu adalah cara pemenuhan HAM yang paling mendasar.

Jokowi juga menyinggung pelanggaran HAM yang masih belum selesai di Indonesia. Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta ini tidak mudah menyelesaikan HAM di Indonesia, karena masalah kompleksitas hukum, masalah pembuktian dan waktu yang terlalu jauh. Harusnya masalah ini sudah selesai setelah peristiwa itu terjadi.

Meski begitu, Jokowi-Ma’ruf tetap berkomitmen untuk menyelesaikan masalah pelanggaran HAM yang belum selesai ini.

Baca juga: Jokowi Pertaruhkan Jabatan untuk Perbaikan Bangsa

Untuk menjamin hak-hak tersebut, negara harus didukung oleh sistem hukum yang adil dan penegakan supermasi hukum yang baik melalui reformasi kelembagaan dan penguatan sistem manajemen hukum dan budaya taat hukum yang terus diperbaiki.

Jokowi juga mengatakan dalam paparan visi misinya, hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu, penegakkan hukum yang tegas merupakan bagian dari upaya pemberantasan korupsi yang terus kita lakukan melalui perbaikan sistem pemerintahan dan bekerja sama menguatkan KPK serta mendorong sinergi antara KPK dengan kejaksaan dan kepolisian.

Kemudian visi dan misi paslon nomor urut 01 ini berlanjut ke perihal terorisme. Terakhir kita tetap harus waspada terhadap ancaman terorisme. Pemerintah terus bekerja keras lewat pendekatan hukum yang tegas dan pendekatan persuasif lewat pembinaan agama, ekonomi, dan sosial. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.