Minggu, 26 September 21

Dapat Gelar Doktor, Ma’ruf Amin: Ini Wujud Penghargaan Bagi Saya

Dapat Gelar Doktor, Ma’ruf Amin: Ini Wujud Penghargaan Bagi Saya
* Ma’ruf Amin menerima gelar doktor honoris causa. (Foto: Kompas.com)

Jakarta, Obsessionnews.com — Wakil Presiden Ma’ruf Amin menerima gelar doktor kehormatan atau honoris causa dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar yang diserahkan oleh Rektor Basri Moding secara virtual melalui video telekonferensi, Selasa (23/6/2020).

Penyerahan gelar Doktor HC tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Rektor UMI Nomor 1038/H.25/UI/VI/2020 tentang Pemberian Gelar Doktor Kehormatan, Doktor Honoris Causa kepada Bapak KH Ma’ruf Amin dalam Bidang Ilmu Manajemen, Keminatan Manajemen Syariah.

Wakil Rektor I Bidang Akademik UMI Makassar Hanafi Ashad mengatakan pemberian gelar doktor kehormatan tersebut didasarkan pada cara berpikir Ma’ruf yang dinilai moderat, terutama di dalam organisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Cara berpikir tersebut mempengaruhi fatwa-fatwa tentang ekonomi syariah yang dikeluarkan MUI, sehingga fatwa-fatwa MUI dinilai moderat, tidak terlalu ketat sebagaimana fatwa-fatwa tentang ekonomi syariah dari ulama-ulama Timur Tengah,” kata Hanafi dalam pidatonya.

UMI Makassar juga menilai Ma’ruf Amin sebagai salah satu aktor pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia, dengan merekomendasikan adanya sistem keuangan syariah di berbagai lembaga keuangan dalam negeri.

Dalam orasi ilmiahnya, Ma’ruf Amin menyampaikan terima kasih dan mengatakan gelar doktor kehormatan tersebut bermakna sebagai bagian dari proses pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

“Saya memaknai pemberian gelar ini sebagai penghargaan karena saya menjadi bagian dari proses pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia,” kata Ma’ruf.

Ia menjelaskan, pengembangan ekonomi syariah berawal dari keinginan para ulama untuk melindungi umat agar dapat bermuamalah sesuai syariah. Terutama transaksi keekonomian, seperti transaksi perbankan dengan sistem bunga yang oleh ulama dikatakan sebagai riba yang diharamkan.

Pada 1990, Majelis Ulama Indonesia mengadakan lokakarya tentang bunga bank dan mendorong lahirnya Bank Muamalat sebagai bank syariah pertama pada 1991. Bank Muammalat lahir mendahului terbitnya Undang-undang Perbankan yang mengatur bank dengan sistem bagi hasil pada 1992.

“Momen itu sangat bersejarah bagi umat Islam di Indonesia yang sudah sekian lama mempunyai cita-cita berdirinya lembaga keuangan syariah,” ujar Ma’ruf.

Setelah UU Perbankan lahir, ada dampak berantai pada perkembangan ekonomi syariah selanjutnya. Misalnya, lahir lembaga keuangan syariah non-bank, seperti asuransi, pasar modal, reksadana, dan lembaga keuangan dan bisnis syariah lainnya.

Menurut Ma’ruf, bank syariah sebagai salah satu pilar ekonomi syariah adalah bagian yang tak terpisahkan dari aktivitas umat Islam. Sebab, ajaran Islam tidak hanya terkait dengan akidah dan ibadah, tapi juga dengan muamalah.

Sebagai ketua Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN – MUI), Ma’ruf mengaku turut membidani berbagai landasan hukum untuk mendorong pengembangan keuangan syariah di Indonesia.

“Saya bersyukur dapat menyumbangkan pemikiran bagi berkembangnya ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia,” ucapnya.

Wapres tidak dapat mengikuti penyerahan gelar Doktor HC dan perayaan Dies Natalis ke-65 UMI Makassar secara langsung karena sedang mengikuti rapat terbatas tentang antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bersama Presiden Joko Widodo dan jajaran menteri di Istana Merdeka Jakarta, Selasa.

Penyerahan tersebut menjadi gelar Doktor HC kedua bagi Ma’ruf Amin. Sebelumnya, pada 5 Mei 2012, Ma’ruf Amin mendapat penghargaan doktor kehormatan dari Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, yang saat itu dijabat Komaruddin Hidayat, sebagai ulama yang dianggap berperan dalam ilmu hukum ekonomi syariah dan penggerak ekonomi syariah di Indonesia.

Ma’ruf Amin juga pernah mendapat gelar sebagai Guru Besar di bidang ilmu ekonomi muamalat syariah dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Maliki Ibrahim (Maliki) Malang, Jawa Timur, pada 2017. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.