Selasa, 26 Mei 20

Dampak Covid-19, Adzan di Masjid-masjid Eropa Dibebaskan

Dampak Covid-19, Adzan di Masjid-masjid Eropa Dibebaskan
* Adzan dikumandangkan di Eropa

Terjadi perubahan besar di Eropa! Ternyata, dampak dari virus Corona (Covid-19) membuat berbagai kota di Eropa mengumandangkan adzan di masjid maupun di tempat tempat tertentu. Diantaranya, sebanyak 100 masjid di Jerman dan Belanda lantunkan adzan pada hari Jumat.

Hikmah Corona menjadikan adzan berkumandang dari pengeras suara di 50 Masjid di Jerman yang biasanya dilarang. Karena sedang pandemi Covid-19, hampir 50 masjid di Jerman hari Jumat (4/4/2020) terdengar kumandang azan.

Panggilan untuk shalat (azan) dilantunkan dari masjid milik kelompok payung Turki-Muslim, The Turkish-Islamic Union of Religious Affairs (DITIB) dan the Islamic Society of National Vision (IGMG), asosiasi Muslim-Turki terbesar di Jerman.

Fahrettin Alptekin, seorang perwakilan DITIB di Essen, Jerman, mengatakan kepada Anadolu bahwa adzan dapat didengar dari lebih dari 50 masjid lokal, sebagai bentuk dukungan dari umat Islam kepada masyarakat Jerman dalam melawan Virus Corona.

Alptekin mengatakan bahwa azan yang disiarkan oleh pengeras suara umumnya tidak diperbolehkan di Jerman.

Dari Video yang beredar, terlihat Muslim di Jerman keluar rumah dan berbondong-bondong ke masjid-masjid bersukacita, meskipun tetap menjaga Social Distancing mereka bertakbir dan melantunkan tasbih mensucikan nama Allah mendengar azan dikumandangkan dari masjid-masjid tersebut.

“Subhanallah, Allahu Akbar. Suatu yang sangat jarang terjadi,” ungkap mereka.

Hampir 100 masjid di Jerman dan Belanda melantunkan azan pada Jumat, sebagai bentuk dukungan kepada umat Islam di tengah pandemi virus kcrona. Azan dilantunkan dari dua masjid yang berada di bawah Islamic National View dan Asosiasi Muslim Turki (DITIB).

Seorang perwakilan DITIB, Fahrettin Alptekin mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa azan dapat didengar di lebih dari 50 masjid lokal. Menurut Alptekin, umumnya suara azan yang dikumandangkan melalui pengeras suara masjid dilarang di Jerman kecuali ketika ada acara khusus.

 

 

Sementara itu, di Belanda suara azan berkumandang secara luas melalui pengeras suara sebagai bentuk solidaritas untuk melawan pandemi virus corona. Jerman diketahui merupakan salah satu negara di Eropa yang terdampak Covid-19 cukup parah.

Jumlah pasien meninggal dunia di Jerman meningkat menjadi 1.230 pada Jumat (3/4). Sementara, jumlah kematian di Belanda telah melampaui 1.487.

Adzan pertama kali juga berkumandang di Spanyol saat pandemi virus Corona. Beredar video di facebook dengan narasi azan pertama kali dikumandangkan di Spanyol. Adzan ini terjadi saat krisis corona berlangsung secara global. Video adzan dikumandangkan pertama kalinya di Kota Brussels sejak wabah Covid-19. Adzan telah dikumandangkan di Kota Brussels pada Rabu (1/4).

Sebelumnya, Otoritas Belgia melarang semua shalat berjamaah di masjid-masjid untuk memutus mata rantai virus corona. Namun sekarang, mereka mengizinkan adzan berkumandang dalam upaya untuk meningkatkan moral umat Islam.

Dari rekaman video yang dibagikan di instagram @sahabatsurga terdengar suara adzan menggema di kota Brussels. Setelah berakhir adzan, tepuk tangan bergemuruh di seluruh penjuru kota sebagai tanda rasa syukur dan bahagia.

Islam memang sedang berkembang di benua Eropa. Beberapa kota besar di Uni Eropa diketahui memiliki populasi Muslim yang terus bertambah. Salah satu kota dengan penduduk Muslim yang cukup besar adalah Brussel, ibu kota Belgia.

Hampir 100 masjid di Jerman dan Belanda pada Jumat (3/4/2020), mengumandangkan adzan, Adzan berkumandang dari masjid milik organisasi Turki-Muslim DITIB, dan Islamic National National View (IGMG), salah satu asosiasi Muslim-Turki terbesar di Jerman.

Fahrettin Alptekin, seorang perwakilan DITIB di Essen, Jerman, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa adzan dapat didengar dari lebih dari 50 masjid lokal. Menurutnya, adzan yang dikumandangkan melalui pengeras suara umumnya tidak diperbolehkan di Jerman, kecuali untuk acara-acara khusus.

Sementara itu, di Belanda kumandang adzan melalui pengeras suara terdengar dari lebih banyak masjid, sebagai bentuk solidaritas untuk memerangi virus. Setelah Italia dan Spanyol, Jerman adalah negara di Eropa yang paling parah dilanda pandemi corona.

Hari bersejarah bagi muslim di Berlin
Masjid Darussalam (NBS e.V.) di Jerman bekerjasama dengan satu gereja melakukan aksi „Ich höre Deinen Ruf- Gebetsruf als Zeichen des Zusammenhalts in der Corona-Krise“ (Aku dengar panggilan-Mu sebagai Tanda Persatuan dalam Krisis Corona). Melalui aksi ini, Masjid Darussalam setiap hari pukul 18.00 dan setiap Jumat pukul 13.30 mengumandangkan adzan sebagai tanda solidaritas di tengah fenomena pandemi yang sedang di hadapi. Di jadwal yang sama gereja IZG juga membunyikan lonceng gerejanya.

Umat Islam yang biasanya hanya mendengar adzan ketika di dalam masjid, hal ini tentu sangat extraordinary. Wajar ketika adzan dikumandangkan, serentak orang- orang di sekitar Masjid Darussalam mengeluarkan ponsel mereka dan merekamnya merambat di langit Berlin untuk pertama kalinya. Pihak Masjid Darussalam kemudian mengingatkan melalui rilis resmi, agar masyarakat tidak berkumpul di sekitar masjid, demi mematuhi aturan yang berlaku.

Aksi serupa baru-baru ini juga dilakukan oleh salah satu komunitas muslim di Kota Duisburg. Jadi kalau ada yang dapat berita adzan diperdengarkan luas keluar masjid di Kota Duisburg, itu juga benar, dan yang di Berlin juga benar. Mudah-mudahan aksi ini dapat memperkuat spirit kebersamaan dalam menghadapi pandemi yang sedang melanda. (Dari berbagai sumber)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.