Senin, 28 September 20

Corona di Kebumen Terjadi Penurunan Tajam, Ini Strategi yang Dipakai Pemkab

Corona di Kebumen Terjadi Penurunan Tajam, Ini Strategi yang Dipakai Pemkab
* Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto paling kanan, tengah meninjau rapid test massal di Pasar Tlogo Pragoto, Mirit. (Foto: Albar/ OMG)

Kebumen, Obsessionnews.com – Alhamdulillah patut diapresiasi dari hari ke hari kasus corona di Kebumen, Jawa Tengah terjadi penurunan sangat tajam. Dari awalnya total ada 34 kasus positif, kini hanya menyisakan dua orang yang masih di rawat di rumah sakit. Selebihnya sudah dinyatakan sembuh.

Lantas apa strategi yang dipakai oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen untuk mencegah penyebaran corona sehingga tidak meluas? Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menjelaskan terkait hal ini. Ia menuturkan ada beberapa strategi yang dipakai.

Pertama, kata dia, Pemkab Kebumen tidak diam di tempat. Namun selama ini, pihaknya selalu mencari di mana letak penyebaran corona yang ada di masyarakat. Kemudian Pemkab mendeteksi sejauh mana virus itu sudah menyebar ke masyarakat.

“Jadi sejak awal masyarakat sudah kita deteksi secara dini. Sehingga begitu terjadi satu kasus kita langsung melakukan penanganan secara cepat dan tepat,” ujar Arif kepada Obsessionews usai melakukan peninjauan rapit test massal di Kecamatan Mirit, Rabu (3/6/2020).

Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto saat meninjau di Pasar Karang Cangkring.

Kedua, penanganan corona di Kebumen juga bisa dikatakan sangat siap, baik itu tenaga medis, serta peralatan kesehatan yang ada di rumah sakit. Menurutnya, semua ikut bekerja dan terlibat dalam melawan corona ini. Termasuk masyarakat Kebumen yang patuh terhadap anjuran pemerintah.

“Kedua, ya kesolidan kita dalam bekerja. Kita semua kompak dan bersatu untuk melawan corona. Baik itu, polisi, TNI, BPBD, tenaga medis, rumah sakit, begitu juga dinas-dinas yang terkait semua ikut terlibat. Sehingga kalau ada kasus kita selesaikan persoalannya bersama-sama,” jelasnya.

Ketiga, lanjut Arif, Pemkab Kebumen juga gencar melakukan rapid test massal di pasar-pasar desa yang ada di 26 kecamatan. Rapid test massal ini tujuanya untuk mendeteksi secara dini, mana wilayah yang potensial terpapar corona, dan mana yang tidak. Sebab Kebumen telah menetapkan sistem zonasi.

“Dengan rapid test massal ini kita mau mengkurung corona. Jadi bukan kita yang terus-terusan di kurung oleh corona. Tapi gantian kita yang kurung corona, biar tidak bisa bergerak lagi,” tandasnya.

Arif Sugiyanto menyerahkan bantuan masker dan APD, serta peta zonasi kepada kepala desa yang ada di kecamatan setempat.

Dari sistem zonasi itu, Pemkab Kebumen membagi menjadi tiga wilayah, yakni zona hijau, orange, dan merah. Bagi yang zona merah dan orange aturan ketat masih diberlakukan, termasuk masih tidak diperbolehkan untuk melaksanakan ibadah di masjid. Hal itu berlaku selama dua minggu ke depan.

Adapun hari ini, Arif melakukan peninjuan rapid test massal di dua tempat, yakni Pasar Karang Cangkring, Kacamatan Bonorowo, dan Pasar Tlogo Pragoto, Kecamatan Mirit. Di Pasar Tlogo ada 7 orang yang hasilnya reaktif. Namun, Arif menegaskan reaktif itu belum tentu positif corona.

“Jadi masih ada tindakan lagi, yakni swab test corona. Nanti hasilnya baru ketahuan negatif apa positif. Mudah-mudahan hasilnya negatif,” harapnya.

Arif bersyukur kasus corona di Kebumen terus menurun, hanya ada dua kasus yang dinyatakan meninggal karena corona. Ia pun berharap masyarakat terus mematuhi anjuran pemerintah untuk tetap menjaga jarak, memakai masker, dan menjaga pola hidup sehat, dengan istirahat yang cukup, dan jaga stamina tubuh. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.