Jumat, 17 September 21

Cina Gelar Kompetisi Bir di Bulan Ramadhan

Cina Gelar Kompetisi Bir di Bulan Ramadhan
* China Beer Festival Angers Muslims

Obsessionnews – Dalam bulan Ramadhan, desa Niya di bagian Selatan Xinjiang, Cina, menggelar kompetisi Festival bir, Senin (22/6/2015). Ini merupakan Ramadhan yang sensitif bagi umat Islam di Xinjiang, dimana selama tiga tahun terakhir ratusan telah meninggal, dimana pemerintah Beijing menyalahkan kelompok militan Islam.

Festival terjadi dikawasan yang mayoritas dihuni oleh orang-orang Muslim Uighur yang menyebut Xinjiang rumahnya sendiri. Seperti diketahui menurut Al-quran, Muslim tidak dimaksudkan untuk mengkonsumsi alcohol.

Dalam situs web pemerintah Niya mengatakan “kompetisi bir”, yang terjadi Senin lalu sebelum awal Ramadhan, dihadiri oleh lebih dari 60 petani muda dan penggembala.

Terlihat, gambar wanita menari di depan panggung dan pria menenggak bir sebanyak yang mereka bisa dalam satu menit. Setidaknya mengenakan songkok tradisional Uighur.

“Kompetisi bir ini bervariasi dan menghibur,” kata pemerintah, mencatat bahwa ada penghargaan uang tunai hingga 1.000 yuan ($ 161) untuk pemenang kompetisi.

Salah satu dari desa tersebut mengatakan,” Kegiatan yang telah diselenggarakan ini pesta besar, musim pertanian sibuk dan mengusir kelelahan kami, aku akan minum, dan saya pasti akan mendapatkan hadiah tertinggi untuk dibawa pulang dan membuat istri saya istri bahagia.”

Sementara itu, juru bicara kelompok pengasingan Kongres Uighur Dunia, Dilxat Raxit , mengutuk acara tersebut.

“Ini adalah provokasi terbuka untuk agama Islam,” katanya dalam sebuah pernyataan email.

Muslim Uyghur protes
Muslim Uyghur protes

Sementara itu berita dari laman Reuters, tidak bisa mengadakan kontak dengan pemerintah Niya untuk komentar.

Partai Komunis China mengatakan melindungi kebebasan beragama tetapi mempertahankan pegangan erat pada kegiatan keagamaan dan memungkinkan hanya lembaga yang diakui secara resmi beroperasi.

Sebelumnya, media pemerintah dan website pemerintah Xinjiang menerbitkan berita dan pemberitahuan resmi tahun ini menuntut agar anggota Partai Komunis, pegawai negeri sipil, siswa dan guru tidak mematuhi Ramadan dan tidak berpuasa.

Kini Cina memiliki sekitar 20 juta Muslim di seluruh negeri, hanya sebagian dari yang Uighur.
Suku Uighur merupakan salah satu suku minoritas resmi di Republik Rakyat Tiongkok. Suku ini merupakan keturunan dari suku kuno Huihe yang tersebar di Asia Tengah.

Selain itu, populasi suku ini juga tersebar diKazakhstan, Kyrgystan dan Uzbekistan. Suku Uighur bersama suku Hui menjadi suku utama pemeluk Islam di Tiongkok, namun ada perbedaan budaya dan gaya hidup yang kentara di antaranya. Suku Uighur lebih bernafaskan Sufi sedangkan suku Hui lebih pada mazhab Hanafi. (Popi Rahim)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.