Sabtu, 11 Juli 20

Cegah Masalah Psikososial Selama Pandemi Covid-19

Cegah Masalah Psikososial Selama Pandemi Covid-19
* Dosen Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FIKes) Unsoed Ns.Keksi Girindra Swasti, M.Kep. (Foto: istimewa)).

Purwokerto, Obsessionnews.com – Data yang diperoleh dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di antaranya tercatat sebanyak X orang dinyatakan positif dan Y orang dinyatakan sembuh. Data tersebut adalah catatan angka untuk mereka yang dinyatakan sakit secara fisik. Sejatinya, data tersebut tidak hanya menyangkut masalah fisik yang mengancam keselamatan hidup. Namun ada dampak lain yang ditimbulkan yaitu masalah psikologis, ungkap Tim Promosi Unsoed Ir.Alief Einstein,M.Hum. saat mendampingi pemaparan Dosen Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FIKes) Unsoed Ns.Keksi Girindra Swasti, M.Kep., Selasa (30/6/2020).

Dampak lain yang ditimbulkan pandemi Covid-19 menurut Keksi yaitu dampak psikologis yang dapat memicu munculnya masalah psikososial. Coba kita lihat lingkungan sekitar kita, berapa banyak remaja yang mengeluh stres menjalani aktivitas belajar secara daring yang dirasa lebih berat dari belajar secara tatap muka karena tugas yang lebih banyak dan waktu pengerjaan yang lebih singkat. Belum lagi sistem belajar ini memerlukan fasilitas internet dan berdampak pada penggunaan quota diluar kendali siswa. Padahal tidak semua siswa memiliki fasilitas dan support ekonomi yang memadai. Mereka berada pada pilihan paket hemat namun sinyalnya kurang bersahabat atau menggunakan jaringan yang kuat namun menguras kocek lebih banyak. Bukan hanya anak, banyak pula orang dewasa yang mengeluh, sudah stres dengan pekerjaan dipaksa pula menjadi guru buat anak-anak yang harus belajar di rumah, sementara bekal sebagai pendidik pun tidak punya, jelas Keksi.

Selanjutnya Keksi mengatakan,”Dampak psikologis ini akan dapat mempengaruhi kondisi kesehatan dan sistem imun seseorang. Seseorang yang mengalami kecemasan akan meningkatkan hormon stres yang menurunkan daya tahan tubuh sehingga ia akan lebih rentan mengalami sakit. Jika kecemasan tersebut tidak ditangani dengan baik maka ia dapat mengalami depresi. Oleh karena itu, kondisi psikologis dan masalah psikososial ini menjadi hal juga perlu mendapat perhatian.

Untuk menjawab pertanyaan,”Apa yang harus dilakukan agar kita tidak mengalami masalah psikososial?.” Ns.Keksi Girindra Swasti, M.Kep. selaku Kepala Laboratorium Keperawatan Jiwa FIKes Unsoed menjelaskan bahwa upaya yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan ketahanan jiwa melalui tindakan promotif. Caranya dengan melakukan 5 positif, yaitu emosi positif, pikiran positif, perilaku positif, relasi positif, dan spiritual positif.

1. Emosi Positif
Emosi positif, yaitu perasaan bahagia, senang, dan gembira. Emosi positif dapat diperoleh dengan melakukan aktivitas kegemaran atau hobby baik sendiri ataupun bersama keluarga misalnya bernyanyi, olah raga, berkebun, atau bercerita hal-hal yang menyenangkan.

2. Pikiran Positif
Ketika kita mengalami suatu peristiwa, akan muncul pikiran dalam diri kita. Sebagai contoh, ketika melihat orang kumpul dengan jarak berdekatan tanpa menggunakan masker saat pandemi Covid-19 seketika muncul pikiran “Sudah tahu sedang pandemi masih saja berkumpul, egois.” bersamaan dengan pikiran tersebut muncul rasa kesal dan marah. Kemungkinan anda pun akan memasang muka masam saat bertemu dengan orang tersebut atau bahkan menghindar untuk bertemu. Hal ini menunjukkan bahwa emosi dan perilaku dipengaruhi oleh apa yang kita pikirkan. Jika yang ada dalam pikiran kita adalah hal yang negatif maka emosi dan perilaku yang muncul pun negatif. Begitu pula sebaliknya, saat kita berpikir positif maka emosi dan perilaku yang muncul akan positif.
Bagaimana membangun pikiran positif? Berusahalah untuk melihat segala sesuatu secara positif. Hal ini memang tidak mudah, terlebih jika yang dialami adalah pertistiwa yang tidak menyenangkan. Jika yang muncul kemudian adalah pikiran negatif maka yang dilakukan adalah menghentikan pikiran tersebut. Caranya, anda lakukan nafas dalam kemudian sambil memejamkan mata pusatkan pikiran anda pada pikiran negatif tersebut misal “Dia egois” lakukan sampai hitungan kelima kemudian katakan “Stop” dan buka mata. Jika anda berhasil maka pikiran negatif tersebut akan terhenti.

Cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan mengucapkan pernyataan positif atau “afirmasi positif”. Dalam kondisi pandemi dengan kasus yang terus meningkat seringkali muncul pikiran pandemi ini akan lama terjadi. Hal tersebut tentunya akan memunculkan rasa pesimis. Oleh arena itu coba anda lakukan afirmasi positif dengan mengucapkan “Pandemi ini pasti segera berakhir.” Ucapkan kalimat itu berkali-kali hingga muncul keyakinan positif dalam diri anda.

3. Perilaku Positif
Perilaku positif, yaitu perilaku yang memberikan manfaat. Perilaku positif lebih dapat diterima oleh orang lain. Contoh perilaku positif antara lain menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menjaga jarak atau social distancing. Lakukan perilaku positif ini bagi diri sendiri, orang lain, dan lingkungan, karena dengan berperilaku positif kita menciptakan keamanan dan kekenyaman tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga bagi orang lain.

4. Relasi Positif
Manusia adalah mahluk sosial yang saling berhubungan satu sama lain. Jalinan hubungan yang dibangun sebaiknya adalah hubungan atau relasi yang positif. Bagaimana cara membangun relasi yang positif? Relasi positif dapat terbentuk dengan memberikan sapaan, pujian, dan harapan. Misalnya mengucapkan “Selamat pagi, hari ini kamu terlihat semakin sehat, saya yakin kamu akan selalu sehat.” Ungkapan positif yang anda berikan akan memberi emosi positif bagi orang yang mendengarnya serta menumbuhkan motivasi untuk sehat.

Selain itu relasi positif juga dapat dilakukan dengan sikap tolong menolong. Pemberlakuan aturan sistem bekerja dari rumah (Work Form Home/WFH) membuat sebagian orang memiliki waktu luang lebih banyak sehingga memunculkan kreativitas melakukan usaha dari rumah, di antaranya adalah berjualan. Hal ini dapat menjadi kesempatan untuk menjalin hubungan positif dengan membeli barang yang ditawarkan oleh teman atau tetangga kita. Dengan melakukan hal tersebut kita telah membantu membangun perekonomian usaha kecil sehingga memberi andil dalam mengatasi masalah finansial pada sebagian orang. Sederhana bukan, namun besar maknanya.

5. Spiritial Positif
Membangun spiritual positif membuat kita memiliki harapan dan tujuan hidup. Keyakinan akan adanya Tuhan yang akan membantu kita mengatasi segala kesulitan. Oleh karena itu panjatkan doa untuk kebaikan diri kita, orang lain dan juga bangsa dan negara.

Ns. Keksi Girindra Swasti, M.Kep. menyimpulkan bahwa dengan membangun pikiran positif, emosi positif, perilaku positif, relasi positif, dan spiritual positif, kita akan mampu mempertahankan kesehatan dan menurunkan angka penyebaran Virus Corona sehingga kondisi pandemi ini dapat kita atasi. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.