Jumat, 3 April 20

Cegah Corona, Semua Sekolah di Jepang Diliburkan Satu Bulan

Cegah Corona, Semua Sekolah di Jepang Diliburkan Satu Bulan
* Anak sekolah di Jepang. (Straits Times)

Untuk mencegah penularan wabah virus corona (covid-19) asal China yang menyebar di berbagai negara dunia, kini Jepang meliburkan seluruh sekolah selama satu bulan yaitu hingga akhir Maret 2020.

Seperti dilansir BBC, Jumat (28/2), Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, memerintahkan semua sekolah ditutup mulai Senin depan sampai akhir Maret 2020 untuk mencegah penyebaran virus corona. Perintah itu dikeluarkan ketika jumlah pasien virus corona bertambah, termasuk dua anak-anak.

Kebijakan meliburkan semua sekolah di Jepang ini mulai berlaku pada hari Senin (2/3/2020), dan akan berlangsung hingga akhir liburan musim semi – biasanya pada awal April. Langkah ini akan berdampak pada kegiatan belajar mengajar bagi sekitar 13 juta siswa.

Perdana Menteri Shinzo Abe mengatakan minggu-minggu pertama bulan Maret akan menjadi “periode yang sangat kritis” untuk mencegah penularan virus.

Langkah ini mengikuti keputusan China untuk tidak membuka kembali sekolah di daratan setelah liburan Festival Musim Semi dan sebaliknya meminta hampir 200 juta siswa untuk mengikuti kelas online dari rumah mereka.

Bahkan, Hong Kong juga meliburkan sekolah sampai April.

Banyak orang tua di Jepang khawatir tentang apa yang akan mereka lakukan dengan anak-anak mereka.

“Perasaan jujur saya – semua sekolah diliburkan? Penting untuk melindungi anak-anak, tetapi apa yang terjadi jika mereka memiliki orangtua yang bekerja?” satu orang tua menulis di media sosial.

Para pejabat mengatakan pusat penitipan anak tetap terbuka. Lebih dari 200 orang sejauh ini telah terinfeksi virus corona di Jepang.

Seorang perempuan berusia empat puluhan di Osaka dinyatakan positif untuk kedua kalinya setelah sebelumnya pulih.

2.800 Tewas di Hubei, China
Secara global, lebih dari 80.000 orang di hampir 50 negara telah terinfeksi virus corona. Hampir 2.800 orang meninggal dunia, kebanyakan dari mereka berada di Provinsi Hubei di China.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan upaya memerangi virus corona mencapai “titik yang menentukan”. Negara-negara di Asia, Eropa dan Timur Tengah mengumumkan langkah-langkah baru untuk mengendalikan penyebaran virus corona, di tengah peringatan WHO tersebut.

Direktur WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan wabah yang terjadi di Iran, Italia dan Korea Selatan menunjukkan kekuatan virus itu. “Itulah yang terjadi di seluruh dunia yang sekarang menjadi perhatian terbesar kami,” ujar Ghebreyesus.

Iran dan Italia menjadi pusat penyebaran virus terbesar, dengan banyak orang bepergian dari kedua negara tersebut menyebabkan penyebaran virus semakin luas. Beberapa pejabat Iran dinyatakan positif virus corona, termasuk Wakil Presiden Masoumeh Ebtekar.

Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Lebanon, Afghanistan, Pakistan dan Estonia di Eropa Utara melaporkan adanya kasus baru yang melibatkan orang yang baru saja bepergian dari Iran.

Ghebreyesus mendesak negara-negara yang terinfeksi untuk bertindak agresif untuk mengatasi penyebaran virus. “Kita sebenarnya dalam situasi yang sangat sulit di mana wabah dapat terjadi ke segala arah berdasarkan cara kita menanganinya,” kata Direktur WHO.

“Ini bukan saatnya untuk takut. Ini adalah saat untuk mengambil tindakan mencegah infeksi dan menyelamatkan hidup,” tambahnya.

Tindakan yang diambil oleh negara-negara
• Jepang dan Irak telah memerintahkan sekolah-sekolah untuk libur – langkah yang sudah diambil di China dan Hong Kong

• Arab Saudi menghentikan jamaah umrah memasuki negara itu. Belum jelas apakah ibadah haji, yang dimulai pada bulan Juli tahun ini, akan terpengaruh

• Iran telah mendesak warga untuk menghindari melakukan perjalanan yang tidak perlu di dalam negara dan membatalkan shalat Jumat di Teheran dan kota-kota lain

• Australia memperpanjang larangan pengunjung asing dari Cina daratan

• Italia telah mengkarantina 11 kotanya

Wakil Presiden Iran, Masoumeh Ebtekar, juga terinfeksi virus corona. (BBC)

Apa yang terjadi di Iran?
Iran mengumumkan 26 kematian dan 245 kasus virus corona. Beberapa pejabat termasuk wakil presiden dan wakil menteri kesehatan terinfeksi virus ini.

Dua anggota parlemen yang mewakili kota Qom, tempat dimana banyak kasus virus corona terjadi, juga dilaporkan positif Covid-19.

Juru bicara kementerian kesehatan Iran, Kianush Jahanpur, menyerukan kepada warga Iran untuk menghindari “bepergian yang tak perlu di dalam negeri”. Sedangkan negara-negara tetangga Iran telah menutup perbatasan mereka.

Wabah corona di Italia telah membuat kafe-kafe di Italia sepi pengunjung. (BBC)

Apa yang terjadi di belahan dunia lain?
China melaporkan 29 kematian dan 433 kasus baru pada Kamis (27/02). Pemerintah memerintahkan orang-orang yang tiba di Beijing dari negara yang telah terinfeksi untuk melakukan swa-karantina.

Korea Selatan mencatat total 1.261 orang terinfeksi dan 12 orang meninggal akibat virus corona.

Singapura mengatakan seorang bocah berusia 12 tahun adalah salah satu di antara orang-orang yang baru saja terjangkit virus corona. Total keseluruhan kasus di Singapura mencapai 96.

Di Eropa, Italia melaporkan 650 kasus dan 17 kematian akibat virus corona di Italia.

Di negara-negara lain termasuk Aljazair, Denmark, Rumania dan Spanyol melaporkan infeksi yang terkait dengan orang yang baru bepergian dari Italia.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron mengatakan negaranya “menghadapi krisis, sebuah epidemi yang segera datang”. Negara itu melaporkan 38 kasus dan dua kematian.

Sementara itu Irlandia Utara melaporkan kasus pertama. Dengan demikian, kini ada 16 orang yang terinfeksi di Inggris.

Amerika Latin melaporkan kasus pertamanya di Brasil, setelah orang tersebut kembali dari Italia. (BBC News Indonesia)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.