Sabtu, 2 Juli 22

Catatan Perjalanan Haji 2018 (Bagian 1): Dari Bandung Menuju Embarkasi Haji

Catatan Perjalanan Haji 2018 (Bagian 1): Dari Bandung Menuju Embarkasi Haji
* Bersiap-siap memasuki bus. (Foto: Rinaldi Munir)

Oleh: Rinaldi Munir, Dosen Teknik Informatika ITB

 

Pengantar Redaksi: Dosen Teknik Informatika ITB Dr. Ir. Rinaldi Munir, MTmelaksanakan ibadah haji pada musim haji 2018. Ia menuangkan kisah pengalamannya menunaikan rukun Islam kelima itu sebagai tulisan berseri di blognya,  rinaldimunir.wordpress.com.  Tulisannya tersebut dimaksudkan untuk berbagi pengalaman kepada pembaca yang belum pernah naik haji, atau sekAdar bernostalgia merajut kenangan bagi pembaca yang sudah pernah menunaikan haji.

—-

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu selama enam tahun pun tiba. Setelah mengikuti manasik selama tiga bulan di KBIH Mega Arafah (d/h Mega Citra), akhirnya kami diberitahu bahwa keberangkatan haji ke tanah suci adalah pada tanggal 19 Juli 2018. Saya dan jamaah lain di KBIH tersebut tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter 7), dengan kode JKS 07 embarkasi Bekasi. Saya pergi haji sendiri, tidak bersama istri. Istri saya sudah haji tahun 2011. Kami tidak bisa pergi haji berdua karena kondisi yang tidak memungkinkan.

Tanggal 18 Juli 2018 sebelum sholat subuh semua jamaah haji sudah berkumpul di KBIH sebelum berangkat ke Mapolda Jabar di Gedebage, Bandung. Semua jamaah haji kota Bandung berangkat ke embarkasi Bekasi dari Mapolda Jabar. Di kantor KBIH kami dilepas oleh keluarga. Di sana tidak tertahankan lagi isak tangis dan peluk cium yang mengharukan antara jamaah haji dengan keluarganya, seperti hendak pergi selama-lamanya dan tidak bertemu lagi. Pergi haji masih dianggap pergi ke tempat yang jauh dan dalam jangka waktu yang lama (40 hari). Belum tentu jamaah haji bisa pulang ke tanah air, mungkin saja ditakdirkan wafat di Tanah Suci. Hidup dan mati hanya Allah yang tahu, kita tidak tahu di bumi mana kita dilahirkan dan di bumi mana kita diwafatkan. Setiap tahun memang ratusan jamaah haji Indonesia meninggal dunia di Tanah Suci. Faktor penyakit bawaan dari tanah air atau usia lanjut adalah faktor terbesar meninggalnya jamaah haji di sana.

Pages: 1 2 3 4 5

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.