Senin, 6 Desember 21

Cari Solusi Pengembangan Human Capital Pasca Pandemi, FHCI Gelar IHCS 2021

Cari Solusi Pengembangan Human Capital Pasca Pandemi, FHCI Gelar IHCS 2021
* Ketua Umum Forum Human Capital Indonesia (FHCI) Alexandra Askandar. (Foto: Istimewa)

Jakarta, obsessionnews.comForum Human Capital Indonesia (FHCI), forum yang mewadahi para  penggiat Human Capital khususnya di Badan Usaha Milik Negara (BUMN), bakal menggelar kembali hajatan Human Capital dua tahunan, The 3rd Indonesia Human Capital Summit (IHCS) 2021.

Ketua Umum FHCI Alexandra Askandar menyampaikan, event kali ini memiliki arti penting bagi pengelolaan dan pengembangan talenta Human Capital, mengingat pandemi Covid-19 telah mengubah total paradigma lama tentang pengelolaan Human Capital.

“Hal ini memaksa perusahaan untuk terus mencari dan mencoba cara-cara baru yang sebelumnya belum pernah dilakukan,” ujar Alexandra dalam keterangan tertulisnya, Kamis (28/10/2021).

Berangkat dari keinginan untuk saling berbagi praktik terbaru dan terbaik dalam pengelolaan Human Capital di masa pandemi dan paska pandemi, The 3rd IHCS 2021 mengangkat tema Developing Indonesian Future Leaders: RETHINK, REINVEST, REINVENT – Reshaping the future of HC Management.

Melalui tema ini, The 3rd IHCS 2021, yang akan diadakan pada 16 – 17 November 2021 secara hybrid  di Jakarta, mengajak para pemangku kepentingan bidang Human Capital di Indonesia untuk bersama mencari formula yang tepat dalam membangun Human Capital masa depan.

Pembahasan The 3rd IHCS 2021 difokuskan pada pembangunan Human Capital di era pandemi dan paska pandemi yang telah mengubah total Human Capital Management di dunia, termasuk pemanfaatan teknologi digital yang semakin masif dalam Human Capital Management.

Alexandra mengatakan, IHCS tahun ini akan membedah perubahan besar di dunia Human Capital akibat pandemi dan bagaimana para penggiat Human Capital di Indonesia dituntut untuk melakukan transformasi Human Capital, baik selama pandemi maupun paska pandemi.

“Terlebih ke depan kita dihadapkan pada bonus demografi yang harus dipersiapkan dengan baik agar dapat mewujudkan visi pengembangan SDM Unggul Indonesia Maju” ucapnya.

Gelaran kali ini bakal menghadirkan para pakar Human Capital Management dari dalam dan luar negeri yang akan membahas berbagai topik seperti Succession Planning vs Contingency Planning, Foresight Leadership, Continuous Learning, Artificial Intelligence vs Human Capital Management, Digital Trend and Human Capital, Women CEO, dan lain-lain. Mereka akan membahas berbagai isu menarik di atas berdasarkan perspektif dan pengalaman masing-masing.

“Berbagai pembahasan ini akan menjadi masukan penting bagi pengelolaan dan pengembangan Human Capital Indonesia di masa depan,” ucapnya.

Beberapa nama yang akan menjadi pembicara pada The 3rd IHCS 2021 antara lain Menteri BUMN Erick Thohir (Keynote Speech); Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi; Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim (Keynote Speech); Professor University of Michigan, Partner of RBL Group, Dave Ulrich; Direktur Kepatuhan & SDM Bank Mandiri, Agus Dwi Handaya; CEO PT. Surya Citra Media, Sutanto Hartono; Direktur Utama PT. Pos Indonesia, Faizal Rochmad Djoemadi; Rektor Institut Teknologi Bandung, Prof. Reini Wirahadikusumah; CEO PT Pertamina, Nicke Widyawati; Direktur Transformasi & Digital Biofarma, Soleh Ayubi; Direktur Keuangan BRI, Viviana Dyah Ayu Retno; Direktur Digital Business Telkom Indonesia, M. Fajrin Rasyid; Managing Director Google Indonesia, Randy Jusuf; CEO & Co-Founder Gojek, Kevin Aluwi; Penulis & Managing Partner Inventure, Yuswohadi; Olympic Gold Medalist, Greysia Polii &  Apriyani Rahayu; dan para pembicara lainnya.

Akselerasi Perubahan

Salah satu dampak pandemi yang paling dirasakan kalangan profesional adalah perubahan cara kerja. Sebelum pandemi, tren bekerja dari rumah atau work from home (WFH) hanya dilakukan sebagian perusahaan. Saat ini, justru WFH, yang menawarkan cara kerja yang lebih fleksibel, menjadi bagian tidak terpisahkan dari kegiatan sehari-hari. Teknologi digital menjadi kata kunci penting sebagai penopang utama keberhasilan WFH. Akselerasi transformasi teknologi digital berjalan demikian cepat bahkan melampaui perkiraan.

Survey World Economic Forum terhadap 12.500 pekerja di 29 negara menyebutkan dua pertiga pekerja ingin fleksibilitas dalam bekerja, atau WFH, menjadi hal yang normal paska pandemi. Sebanyak 30 persen dari mereka bahkan rela mencari pekerjaan baru bila tidak bisa bekerja dengan fleksibilitasyang mereka dapatkan saat ini.

“Transformasi digital berjalan dengan cepat, masif dan disruptif. Hal ini tentunya mempengaruhi bagaimana perusahaan mengelola SDM sebagai bagian dari transformasi ini. Saat ini, pandemi menuntut perusahaan untuk segera beradaptasi dalam mengelola pegawai secara daring. Ke depan, perkembangan digital akan mengubah bisnis model dan way of working. Dampak dari perkembangan teknologi digital pada Human Capital Management akan menjadi salah satu topik bahasan pada IHCS 2021 ini,” ujar Alexandra.

Masa depan pengelolaan Human Capital tentu tidak akan sama seperti sebelum pandemi. Sesuai dengan tema Reshaping the Future of HC Management, gelaran The 3rd IHCS 2021 akan berusaha membahas serta memformulasikan rencana pengelolaan Human Capital paska pandemi secara komprehensif.

Hasil lain yang diharapkan antara lain hadirnya terobosan berupa kebijakan baru untuk merespon krisis saat ini dan krisis yang mungkin dihadapi di masa depan, mencari tahu peran teknologi digital dalam pengelolaan Human Capital, dan menekankan pentingnya para penggiat Human Capital untuk terus up-to-date dengan tren dan perkembangan digital, serta memperoleh insight dari praktik terbaik para pelaku industri dan akademisi yang akan menjadi unique practice yang dibutuhkan bangsa dan negara.

Alexandra berharap IHCS kali ini akan bisa diikuti tidak hanya dari kalangan BUMN tetapi juga sebanyak mungkin pimpinan, praktisi, dan konsultan di bidang Human Capital di Indonesia dan manca negara yang berminat.

“Selain tujuan-tujuan di atas, melalui IHCS 2021 kami dari FHCI juga ingin berperan aktif untuk memberikan masukan dalam pengelolaan Human Capital yang diperlukan untuk mengembangkan SDM yang unggul dan berdaya saing global, serta membekali para pemimpin Indonesia, termasuk kaum wanita dan kaum muda Indonesia, agar siap dan tangguh menghadapi tantangan ke depan untuk kemajuan negeri tercinta,” pungkas Alexandra. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.