Senin, 27 Mei 19

Bus Logo Wonderful Indonesia Seliweran di Berlin

Bus Logo Wonderful Indonesia Seliweran di Berlin
* Bus Wanderful Indonesia di Berlin, Jerman. (foto: dok Kemenpar)

Jakarta, Obsessionnews.com – Beginilah gaya Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dalam membungkus event paling impresif di dunia, dengan promosi efektif Wonderful Indonesia.

Sehari sebelum ITB Berlin 2019, pameran pariwisata terbesar dunia dihelat di Berlin Expo Center City,  Messedamm 22, bus-bus yang keliling tempat-tempat iconic sudah dibranding Wonderful Indonesia.

Dari rilis Kemenpar yang diterima obsessionnews.com, Rabu (6/3/2019) Arif Yahya mengatakan, bus-bus berlogo Wonderful Indonesia berseliweran di Berlin, Jerman. Ada yang bergambar Borobudur Joglosemar, Pink Beach Komodo Labuan Bajo NTT, Gebogan Bali, Gandrung Sewu Banyuwangi, Bromo Jatim, Raja Ampat Papua Barat, Wae Rebo NTT, Pulau Padar NTT, Danau Toba Sumut.

“Bus-bus dengan desain destinasi wisata Indonesia itu menjadi objek foto-foto dan viral di media sosial,” kata Arief Yahya.

Arief Yahya juga sempat keliling kota, untuk merasakan desain-desain bus itu. Hasilnya? “Bagus. Impresif. Lihat foto-fotonya deh, banyak orang yang selfie dengan background bus itu,” ungkap Arief Yahya saat turun di depan Brandenburg Tor dan Tiergarten.

Pria kelahiran Banyuwangi, 2 April 1961 ini mengatakan, langkah ini untuk mencuri perhatian pada mayoritas industri pariwisata dunia yang sedang berkumpul di Berlin.

Para pelaku industri dari 180 negara di 5 benua, dengan 1.000 top buyers berkualitas, 10.000 peserta pameran, 160.000 pengunjung sedang berada di ibu kota Jerman ini. Mereka pasti sudah hadir H-1 dan selain mempersiapkan pameran, juga eksplorasi destinasi wisata di kota Berlin.

“Nah, bus-bus pariwisata atau untuk sigh seeing itu keliling Kota Berlin, dari satu destinasi ke destinasi lain,” ucap Arief Yahya.

Dia menambahkan, lewat Check Point Charlie, Tauentzienstrabe, Lustgarten, East Side Gallery, Strausberger Platz, Mauerpark, Hauptbahnhof, Brandenburg Tor, Siegessaule.

“Itu adalah titik-titik iconic di tempat berkumpulkan wisatawan,” kata mantan CEO PT Telekomunikasi Indonesia itu.

Cara ini sudah dilakukan Arief Yahya sejak EURO Cup 2016 di Prancis. Seolah-olah Wonderful Indonesia mensponsori Piala Eropa, salah kompetisi antar Negara Eropa yang paling dinanti selama 4 tahunan. Jutaan orang berkumpul di Paris, maka bus-bus pariwisata yang keliling Kota Eiffel itu juga dibranding Wonderful Indonesia.

“Foto-fotonya juga viral dan menjadi trending topic,” sebut Arief Yahya.

Hal serupa juga dilakukan saat World Cup 2018, Piala Dunia yang dilangsungkan di Moskow dan Saint Petersburg, Rusia. Bus-bus yang keliling untuk pariwisata juga dibungkus dengan logo dan desain gambar Pesona Indonesia.

“Sama, menjadi bahan perbincangan publik di netizen, dan jadi trending topic,” ungkapnya.

Di pameran yang bertitel Internationale Tourismus-Börse Berlin 2019 ini, diperkirakan akan ada transaksi 7 Bilion Euro. Proyeksi Indonesia diperkirakan naik menjadi Rp 10 Triliun, dari tahun 2018: Rp 9,8 T, tahun 2017: Rp 8,6T, dan tahun 2016: Rp 6,5T.

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Jerman Arif Havas Oegroseno juga hadir di Opening Ceremony ITB Berlin 2019 di City Cube Berlin. Lebih dari 3500 tamu undangan hadir. Kebetulan yang menjadi Partner Country-nya Malaysia, dan mereka memilih tema Colour of Malaysia, Successful Travel is in Our Nature.

Deputi Pengembangan Pemasaran II Kemenpar, Nia Niscaya yang mendampingi Menpar Arief Yahya dan Dubes Arif Havas Oegroseno menjelaskan, tahun 2013 lalu Indonesia partner country di opening ceremony. Setiap tahun digilir, ditawarkan, dan sudah diumumkan setahun sebelumnya.

“Ketuntungannya, branding selama setahun sebelum ITB Berlin, semua platform promosi ITB Berlin, partner negara itu mengikuti terus,” jelas Nia.

Setelah Indonesia hadir di 2013, disusul Meksiko 2014, Mongolia 2015, Maldive 2016, Botswana 2017 dan Mecklenburg-Vorpommern 2018.

ITB Berlin adalah pameran bisnis terkemuka untuk penawaran wisata global. Perusahaan yang diwakili dalam pameran tersebut meliputi hotel, tempat wisata, operator tur, penyedia sistem, maskapai penerbangan, dan perusahaan penyewaan mobil, dalam bahasa umum, yang terkait dengan 3A, yakni Atraksi, Akses dan Amenitas. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.