Senin, 23 September 19

Bung Karno, Tito, dan Pancasila

Bung Karno, Tito, dan Pancasila
* Hendrajit. (Foto: FB Hendrajit)

Oleh: Hendrajit, Pengkaji Geopolitik dan Direktur Eksekutif Global Future Indonesia (GFI)

Bung Karno pernah bertanya kepada Presiden Yugoslavia Josip Broz Tito, kurang lebih sebagai berikut,”Tuan Tito, jika Anda meninggal nanti, bagaimana nasib bangsa Anda?”

Dengan bangga Tito berkata,”Aku memiliki tentara-tentara yang berani dan tangguh untuk melindungi bangsa kami.”

Setelah menjawab pertanyaan ini, Tito ternyata gantian bertanya,”Lalu bagaimana dengan negara Anda, sahabatku?”

Dengan tenang Bung Karno berkata,”Aku tidak khawatir, karena aku telah meninggali bangsaku dengan sebuah
way of life, yaitu Pancasila.”

Menurut para ahli sejarah di Serbia, di antara Indonesia dan Yugoslavia, yang paling berkemungkinan pecah atau mengalami disintegrasi seharusnya Indonesia. Alasannya, Yugoslavia lebih beruntung dibandingkan Indonesia, karena wilayahnya tidak terpisah-pisah dan tidak beretnis sebanyak Indonesia.

Namun, ternyata bangsa Yugoslavia pecah menjadi negara-negara kecil seperti Serbia, Kroasia, Bosnia, dan lain-lain.

Menurut mereka, bangsa Indonesia ternyata lebih beruntung karena memiliki pegangan hidup, yaitu Pancasila yang menyatukan penduduknya yang terdiri atas berbagai suku/golongan dan memeluk berbagai agama dan kepercayaan.

“Aku tidak mengatakan aku yang menciptakan Pancasila. Apa yang kukerjakan hanyalah menggali jauh ke dalam bumi kami tradisi-tradisi kami sendiri dan aku menemukan lima butir mutiara yang indah!” ujar Bung Karno.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.