Rabu, 5 Oktober 22

Bukan Satuan Pendidikan, Pesantren Khilafatul Muslimin Tak Terdaftar di Kemenag

Bukan Satuan Pendidikan, Pesantren Khilafatul Muslimin Tak Terdaftar di Kemenag
* Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama (Kemenag) Waryono. (Foto: Humas Kemenag)

Obsessionnews.com – Polda Metro Jaya mengungkap 30 sekolah di Indonesia terafiliasi ajaran Khilafatul Muslimin. Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama (Kemenag) Waryono menegaskan, bahwa Pesantren Khilafatul Muslimin tidak terdaftar di Kemenag.

 

Baca juga:

Khilafatul Muslimin Tidak Terdaftar di Kemenag dan Mengancam Keselamatan Bangsa  

Polisi Tetapkan 3 Pimpinan Khilafatul Muslimin Sebagai Tersangka

 

 

 

“Pesantren Khilafatul Muslimin tidak terdaftar di Kemenag dan tidak memiliki Nomor Statistik Pesantren atau Lembaga Keagamaan Islam,” ujar  Waryono di Jakarta dalam siaran pers, Selasa (14/6/2022).

Menurutnya, berdasarkan hasil pengawasan Kantor Wilayah Kemenag Lampung, Khilafatul Muslimin merupakan ormas, bukan satuan pendidikan. Jika ada indikasi Khilafatul Muslimin juga mengelola satuan pendidikan, dipastikan bahwa sampai saat ini tidak ada pengajuan izin operasionalnya, baik di tingkat Kankemenag Kabupaten/Kota, Kanwil Kemenag Provinsi, maupun Pusat.

“Pesantren yang terdaftar di Kemenag telah melewati serangkaian verifikasi yang ketat, mulai dari Kemenag Kabupaten/Kota, Kanwil Provinsi hingga Pusat. Hal ini diatur dalam Peraturan Menteri Agama No 30 tahun 2020 tentang Pendidikan Pesantren,” terang Waryono.

“Pesantren juga harus memenuhi Arkanul Ma’had dan Ruuhul Ma’had sebagaimana diatur dalam PMA 30 tahun 2020 tentang Pendidikan Pesantren,” lanjutnya.

Kemenag Pusat, Kanwil, dan Kab/Kota, kata Waryono, terus bersinergi dalam melakukan pemantauan dan pengawasan pesantren yang terdaftar di Kemenag.  Kemenag juga bersinergi dengan forum-forum pesantren, aparat pemerintah, dan masyarakat di seluruh daerah.

Waryono mengemukakan, karena tidak terdaftar menilai penyebutan Khilafatul Muslimin dengan istilah pesantren menjadi tidak tepat.

“Kalaupun Khilafatul Muslimin menyebut dirinya sebagai “pesantren”, maka itu hanya berlaku bagi internal warga ormas Khilafatul Muslimin saja,” tandasnya. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.