Jumat, 3 Februari 23

Buka Rakornas BWI, Wamenag Zainut Pesan Pentingnya Pemerataan Ekosistem Wakaf Berbasis KUA

Buka Rakornas BWI, Wamenag Zainut Pesan Pentingnya Pemerataan Ekosistem Wakaf Berbasis KUA
* Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Wakaf Indonesia (BWI) di Jakarta, Rabu (7/12/2022). (Foto; Humas Kemenag)

Obsessionnews.com – Badan Wakaf Indonesia (BWI) hari ini, Rabu (7/12/2022), menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Jakarta. Membuka acara ini Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi berbicara tentang pentingnya upaya memudahkan akses publik terhadap tata kelola perwakafan.

 

Baca juga:

Wamenag Zainut: Banyak Peluang Kerja Sama Jaminan Produk Halal yang Dapat Dilakukan dengan Selandia Baru

Penjelasan Wamenag Zainut tentang Langkah Penyelamatan Harta Benda Wakaf

Wamenag Minta Lembaga Pengelola Zakat dan Wakaf Lebih Responsif terhadap Isu Kemanusiaan

 

 

 

Menurut Wamenag Zainut, infrastruktur tata kelola filantropi Islam, khususnya zakat dan wakaf, sudah mulai terpenuhi. Pemerintah bersama para pihak terkait telah menerbitkan sejumlah kebijakan yang mendorong tumbuhnya filantropi Islam secara baik dan terukur.

Lahirnya Undang-Undang Wakaf Nomor 41 Tahun 2004 beserta turunannya, kata Wamenag, menjadi starting point pembangunan tata kelola wakaf di Indonesia. Pembentukan BWI, pengaturan dan pengawasan perwakafan, serta kerjasama pengembangan wakaf, menjadi rangkaian pekerjaan yang telah dilaksanakan dihampir 20 tahun terakhir sesuai Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) 2005-2025.

 

 

Ke depan sudah saatnya dilakukan upaya pemerataan ekosistem wakaf yang didukung dengan data dan fasilitas. Sehingga memungkinkan publik di seluruh penjuru nusantara dapat mengakses wakaf secara mudah dan cepat.

“Kita perlu mendorong agar ekosistem wakaf dibangun berdasarkan kecamatan, di mana terdapat KUA yang telah tersebar di lebih 5.800 kecamatan. Dengan begitu, wakaf tidak hanya mudah diakses masyarakat perkotaan, namun juga masyarakat di desa-desa,” tegasnya.

Upaya ke sana, lanjut Wamenag, sudah dirintis dengan baik. Kementerian Agama telah menjalin kerja sama dengan Kementerian ATR/BPN di lebih 400 kabupaten/kota dalam percepatan sertifikasi tanah wakaf. Berdasarkan data hingga November 2022, sebanyak 18.808 sertifikat tanah wakaf telah diterbitkan, setelah sebelumnya di tahun 2021 sebanyak 25.000 sertifikat juga berhasil diterbitkan.

“Semua ini adalah bukti keseriusan Kementerian Agama dalam memfasilitasi publik mengakses perwakafan,” tutur Wamenag.

“Tentu masih banyak tugas yang harus kita tunaikan demi perbaikan wakaf ke depan. Untuk itulah, bersamaan dengan Rakornas BWI ini, kami mengajak seluruh jajaran BWI untuk tidak segan hadir dan berkoordinasi dengan Kementerian Agama di berbagai level,” sambungnya.

Dia berharap Rakornas BWI dapat menghasilkan keputusan strategis yang akan memperkuat sinergi antar pihak dan terus meneguhkan komitmen untuk memajukan perwakafan.

“Semoga Rapat Koordinasi Nasional BWI tahun 2022 ini semakin meneguhkan visi wakaf dan perannya dalam pembangunan nasional,” tandasnya.

Hadir dalam pembukaan adalah Ketua Badan Pelaksana BWI Prof. Dr. Ir. Moh. NUH, DEA, Hakim Konstitusi, Dr. H. Wahiduddin Adams, S.H., M.A., Gubernur Provinsi Riau Drs. H. Syamsuar, M. Si, para pegiat wakaf, perwakilan kementerian dan lembaga negara, Dirjen Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah Kementerian ATR/BPN Ir. Suyus Windayana, M.App, S.c, Rektor Institut Tekhnologi Sepuluh Nopember: Prof. Dr. Ir. Mochamad Ashari, Rektor IPB, para Dirut Bank Syariah, serta penerima penghargaan Wakif tanah terbaik H. Toni Budi Hartono. (red/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.