Rabu, 8 Februari 23

Buka Rakernas, Yaqut: Agama Harus Menjadi Inspirasi

Buka Rakernas, Yaqut: Agama Harus Menjadi Inspirasi
* Menteri Agama  Yaqut Cholil Qoumas. (Foto: Humas Kemenag)

Jakarta, obsessionnews.com – Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2021. Kegiatan yang mengangkat tema “Percepatan Transformasi Layanan Publik” ini digelar secara luring dan daring pada Senin-Rabu (5 – 7 April 2021).

Rakernas diikuti 705 jajaran Kemenag, pejabat Eselon I Pusat hingga Kepala Kankemenag kota/kabupaten. Membuka Rakernas, Menteri Agama  Yaqut Cholil Qoumas meminta seluruh jajarannya untuk memperbaiki niat dan mindset.

“Pertama kali saya berada di kementerian ini, saya telah menyatakan bahwa agama harus menjadi inspirasi. Dan Kementerian Agama harus menjadi kementerian yang melayani seluruh agama, bukan hanya Islam saja. Mindset ini harus dimilki seluruh jajaran Kemenag,” ujar Yaqut seperti dikutip obsessionnews.com dari siaran pers, Senin (5/4) .

Hal ini diperlukan untuk mewujudkan mandatori yang dititipkan kepada Kemenag. “Saat saya ditunjuk sebagai Menteri Agama, menjadi pembantu Presiden Joko Widodo, beliau menitipkan beberapa mandatori, antara lain: pertama, moderasi beragama dan kedua, perbaikan tata kelola organisasi,” ungkap Yaqut.

Menurutnya, penguatan moderasi beragama tidak hanya menjadi pekerjaan rumah Kemenag, tapi seluruh bangsa Indonesia. Saat ini ada sebagian warga bangsa yang terjebak dalam dua titik ekstrem, kiri dan kanan, liberal dan konservatif.

“Dua titik ini ingin kita satukan dalam ruang yang bernama moderasi beragama,” katanya.

“Ini adalah sebuah ikhtiar untuk menjadikan pemahaman dan perilaku keberagamaan kita berada di tengah-tengah. Jadi tidak ekstrem kiri dan tidak kanan, tidak liberal dan tidak konservatif,” imbuhnya.

Hal kedua yang menjadi mandatori, ujar Yaqut, adalah perbaikan tata kelola organisasi. Dia ingin pelayanan publik di Kemenag dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk perkembangan teknologi. Dia mengaku masih mendapat masukan dari masyarakat terkait layanan Kemenag yang panjang dan berbelit. Ia meminta jalur layanan itu bisa dipotong agar lebih ringkas dan cepat.

“Kita sekarang tidak bisa lagi memberikan pelayanan dengan cara lama, hadir fisik, tapi melakukan perubahan secara digital,” tegasnya.

Untuk mewujudkan percepatan transformasi publik, Yaqut menyampaikan bahwa saat ini tengah disiapkan Situation Room dan Super Apps. Situation Room digunakan untuk memantau perkembangan dan pergerakan dinamika masyarakat, baik sosial, politik, maupun keagamaan agar Kemenag bisa memberikan respons secara cepat atas apa yang terjadi di masyarakat.

Adapun Super Apps disiapkan untuk menjadi jembatan dari semua aplikasi layanan yang ada di Kemenag.

“Saya membayangkan, masyarakat yang membutuhkan pelayanan tidak perlu lari dari satu meja ke meja lain. Meski sudah ada Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), ini secara kualitas harus ditingkatkan,” pesannya.

“Super Apps dan Situation Room disiapkan untuk menjawab ini semua. Dan ini memerlukan kerjasama semua pihak,” tandasnya.

Akhirnya Menag meminta seluruh jajarannya untuk berperan aktif dalam mewujudkan program mandatori ini.

“Saya mohon dukungannya bersama untuk mewujudkan program-program ini,” tandasnya. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.