Senin, 22 Juli 19

Budi Waseso Beri Penghormatan Terakhir kepada Rivai Harahap

Budi Waseso  Beri Penghormatan Terakhir kepada Rivai Harahap
* Budi Waseso meletakan karangan bunga di atas makam Rivai Harhahap. (Foto Humas Kwarnas)

Jakarta, Obsessionnews.com – Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka terpilih Budi Waseso mengikuti upacara pemakaman
Letnan Jenderal TNI (Purn.) Rivai Harahap, mantan Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka 1998-2003 di Taman Makam Pahlawan Nasional, Kalibata, Jumat (9/11/2018).

Upacara pemakaman dipimpin oleh Letnan Jenderal TNI Muhammad Herindra sekaligus Wakil Ketua Kwarnas Bidang Abdimasgana. Selain upacara juga dihadiri sejumlah anggota TNI dan Polri dan jajaran pengurus Kwarnas serta anggota Pramuka di lingkup DKI.

Budi menyampaikan rasa duka yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Rivai. Ia mengenal almarhum sebagai pejuang sejati yang rela mengorbankan jiwanya sejak era kemerdekaan. Terlebih Rivai adalah seorang mantan anggota TNI, karena itu rasa nasionalismenya kata dia, tak perlu diragukan lagi.

“Kita semua khususnya Gerakan Pramuka merasa kehilangan atas kepergian Kak Rivai Harahap. Karena beliau sangat melekat di hati Pramuka. Banyak hal yang sudah diberikan Kak Rivai untuk kemajuan bangsa dan negara dan juga Gerakan Pramuka,” jelasnya.

Kepergian Rivai kata Direktur Perum Bulog ini berdekatan dengan peringatan Hari Pahlawan pada 10 November. Ia menilai perjuangan Rivai semasa hidupnya sudah seperti seorang pahlawan. “Atas jasa-jasanya itu negara juga sudah memberikan pengakuan dengan pemberian tanda Bintang Mahaputra,” tandasnya.

Sementara itu, Herindra selaku inspektur upacara juga mengatakan, upacara pemakaman ini sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan pemerintah atas jasa darma bakti pengabdian almarhum kepada bangsa dan negara semasa hidupnya.

“Kepergian almarhum tentu mengejutkan dan membawa kesedihan yang mendalam khususnya keluarga. Namun sebagai umat beragama yang percaya kepada tuhan yang maha esa kita harus menerima secara iklas,” jelasnya.

Baik pemerintah dan Kwarnas Gerakan Pramuka kata dia, sama-sama kehilangan Rivai sebagai putra bangsa yang terbaik yang memegang teguh prinsip-prinsip perjuangan. Namun disisilain almarhum sebagai manusia pada umumnya juga ada kekurangan dan kelebihan sehingga Herindra meminta jika ada salah dimaafkan.

Kak Rivai meninggal pada Kamis (8/11) diusianya yang ke 90. Ia meninggal karena sakit. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.