Minggu, 3 Maret 24

Budi Gunadi Sadikin: Lonjakan Kasus Pneumonia di China bukan akibat Covid-19 Baru

Budi Gunadi Sadikin: Lonjakan Kasus Pneumonia di China bukan akibat Covid-19 Baru
* Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan keterangan kepada media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (29/11/2023). (Foto: ANTARA/Andi Firdaus)

Obsessionnews.com – Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa lonjakan kasus pneumonia yang melanda anak-anak di China bukan disebabkan oleh virus atau bakteri baru seperti Covid-19. Menurutnya, berdasarkan edaran Kementerian Kesehatan RI dan penelitian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lonjakan kasus pneumonia disebabkan oleh virus atau bakteri yang sudah lama dikenal.

“Kenapa ini bisa terjadi, karena di China kondisi masyarakat dan lingkungannya membuat patogen-patogen itu hidup kembali. Jadi bukan sesuatu yang baru seperti Covid atau Ebola,” kata Budi ketika ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (29/11/2023).

Merespons wabah pneumonia tersebut, WHO telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh negara untuk memperketat upaya pencegahan dan memastikan penanganan kasus penyakit seperti pneumonia dilakukan dengan baik.

“Karena ini (pneumonia) yang sudah ada, obatnya juga sudah ada. Cara deteksinya juga sudah ada,” tambah Budi.

Dengan begitu, Budi memberikan imbauan kepada orang tua untuk memastikan anak-anak mereka memiliki daya tahan tubuh yang tinggi agar tidak mudah tertular penyakit menular seperti pneumonia.

“Saya rasa orang tua harus memastikan makanan anak-anak cukup untuk menghadapi virus dan bakteri. Yang penting, daya tahan tubuhnya baik,” tegas Budi.

Lonjakan penyakit pneumonia di China pertama kali dilaporkan oleh Komisi Kesehatan Nasional China pada 13 November 2023, seperti yang disampaikan oleh WHO. China mencatat adanya peningkatan klaster influenza dalam seminggu yang dimulai pada 13 November, yang menjadi 205 klaster dibandingkan dengan 127 klaster pada minggu sebelumnya. Meskipun pasien mengeluhkan gejala seperti demam, kelelahan, dan batuk, hingga saat ini tidak ada laporan kematian terkait kasus ini.

Komisi Kesehatan Nasional China mengaitkan peningkatan infeksi penyakit pernapasan dengan peredaran patogen yang sudah dikenal, terutama influenza, serta pneumonia mikoplasma, virus pernapasan syncytial, rhinovirus, adenovirus, dan Covid-19.

Faktor lain yang berkontribusi pada penyebaran virus adalah datangnya musim dingin, yang tahun ini merupakan musim dingin pertama di China sejak negara itu mencabut kebijakan nol Covid hampir setahun yang lalu. (Antara/Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.