Minggu, 17 Januari 21

BTN Sediakan Produk KPR Untuk Kaum Milenial

BTN Sediakan Produk KPR Untuk Kaum Milenial
* Direktur Utama Bank BTN Maryono. (Foto: Kapoy/OMG)

Jakarta, Obsessionnews.com – Hunian Milenial di perkotaan berkelanjutan dengan pertumbuhan BTN House Price Index (HPI) yang mulai menanjak. Banyak pihak yang berharap pemerintah tetap berhasil mengurangi backlog perumahan atau kurangnya pasokan perumahan.

Direktur Utama Bank BTN Maryono menilai, diperlukan sejumlah terobosan baik dari sisi permintaan maupun pasokan. Sebab generasi milenial akan menjadi tulang punggung dari perekonomian bangsa, karena generasi milenial akan mendominasi sekitar 34% dari populasi penduduk Indonesia pada 2020 mendatang.

“Sehingga seluruh stakeholder bidang  properti harus bisa menyelaraskan strategi serta kebijakan dengan kebutuhan dan karakter generasi milenial,” kata Maryono usai memaparkan hasil riset BTN HPI pada acara Indonesia Housing Forum di Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Berdasarkan survey yang digelar Housing Finance Center (HFC) terhadap 270 responden berusia 21-35 tahun yang dipilih dari wilayah padat penduduk seperti Jabodetabek, Jawa Timur (Surabaya-Sidoarjo) dan Batam, generasi milenial ingin memiliki rumah tapak dengan harga terjangkau, dan dengan tenor Kredit Pemilikan Rumah (KPR) selama 10-15 tahun serta cicilan yang sesuai dengan  kemampuan.

“Produk KPR yang diinginkan milenial harus mudah dipahami, sesuai dengan kemampuan keuangan mereka serta harus sudah disiapkan atau dimulai sejak mereka duduk dibangku SMA atau perguruan tinggi lewat produk tabungan untuk KPR,” kata Maryono.

Untuk menjembatani keinginan milenial memiliki rumah, dalam menjalan fungsi intermediasinya, perbankan dalam hal ini Bank BTN menyediakan produk tabungan untuk KPR yaitu Si Muda Rumahku Tabungan untuk pemilikan rumah bagi mahasiswa dan pemuda, dan produk KPR Gaesss.

Produk KPR yang dikemas dengan KPR Zero yang memiliki fitur kemudahan bagi milenial, seperti cuti cicilan hingga 2 tahun serta persyaratan yang mudah diantaranya debitur harus berusia diantara 21 hingga 30 tahun, memiliki pendapatan atau gaji tetap dan minimal sudah bekerja 1 tahun di perusahaan yang sama dan mendaftarkan aplikasi KPR Gaeesss di www.btnproperti.co.id.

Sejak diluncurkan pada Oktober tahun lalu hingga Mei tahun ini kredit yang disalurkan lewat KPR Gaesss mencapai Rp6,9 triliun.

“Adapun dari Januari hingga Mei tahun ini KPR Gaess mencatat outstanding kredit sebesar Rp 3,83 triliun dan ditargetkan bisa mencapai sekitar Rp 7 triliun hingga akhir tahun 2019,” ungkap Maryono.

Selain menyediakan produk yang pas dengan permintaan konsumen dari generasi milenial, Bank BTN juga mengupayakan pasokan properti aman, dengan menjaring sebanyak-banyaknya generasi milenial untuk ambil bagian dalam sepak terjang dunia properti sebagai developer atau pengembang perumahan, atau berkiprah di dunia properti sebagai investor.

”Kami aktif menyelenggarakan workshop properti dan bekerjasama dengan Perguruan Tinggi untuk menyelenggarakan program Mini MBA di dunia properti dan baru-baru ini mendukung Keluarga Alumni Teknik Sipil Universitas Gadjah Mada atau Katsgama dalam menyelenggarakan School of Property Developer yang diluncurkan hari ini,” kata Maryono.

Kontribusi Bank BTN untuk mendorong laju sector properti didasarkan pada visi dan misi Bank BTN untuk menyediakan perumahan yang layak dan berkelanjutan bagi setiap generasi.

Apalagi rasio KPR terhadap PDB hanya 2,9% lebih rendah dibandingkan Malaysia dengan rasio 38,4% dan Filipina dengan rasio 22,3%, dengan rasio yang masih rendah.

“Artinya masih banyak ruang bisnis perumahan  yang bisa dikembangkan, dan memajukan sector properti itu berarti memberikan multiplier effect atau efek bergulir bagi 136 sub sektor properti lain,” kata dia.

Maryono berharap kerja keras dari stakeholder bidang properti dapat mengurangi backlog properti yang masih bertengger sebesar 11,4 juta rumah dengan fokus mendukung pemerintah dalam program sejuta rumah.

Adapun per Mei 2019, Bank BTN telah memberikan dukungan pembiayaan perumahan untuk 386.137 unit rumah, baik dalam bentuk KPR maupun kredit konstruksi.

“Khusus untuk pembiayaan perumahan subsidi, Bank BTN telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 4,33 triliun atau setara dengan  272.600 unit rumah,” pungkasnya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.