fbpx

Kamis, 21 Februari 19

BSSN: Serangan Malware Terbanyak di 2018

BSSN: Serangan Malware Terbanyak di 2018
* Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Djoko Setiadi. (foto: tempo)

Jakarta, Obsessionnews.com – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menggelar Forum Media “Cyber Corner” Restoran Tugu Kunstkring Paleis, Jl. Teuku Umar No. 1, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (7/2/2019).

Acara ini bertujuan untuk menyosialisasikan portal Honeynet dan penyerahan laporan tahunan Honeynet Project 2018 kepada Media serta membahas terkait isu–isu trend ancaman siber.

BSSN merupakan lembaga pemerintah Republik Indonesia yang didirikan pada tahun 2017 berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 53 tahun 2017 yang ditandatangani pada 19 Mei 2017 terus disempurnakan dengan Perpres Nomor 133 tahun 2017 tentang BSSN.

Lembaga ini bertugas melaksanakan keamanan siber secara efektif dan efisien dengan memanfaatkan, mengembangkan, dan mengonsolidasikan semua unsur yang terkait dengan keamanan siber.

Pada tahun 2018, BSSN bersama dengan IHP melakukan kerjasama dalam pengembangan Honeynet Project, dengan bentuk pertanggung jawaban ke publik berupa laporan tahunan Honeynet Project Tahun 2018.

“BSSN melakukan kerja sama sebagai bentuk proteksi siber,” ujar Kepala BSSN Djoko Setiadi dalam sambutannya di acara Forum Media “Cyber Corner”.

Laporan tahunan Honeynet Project ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada publik mengenai kegiatan yang dilaksanakan oleh BSSN dan IHP pada tahun 2018.

“Dari segi sosialisasi dan kerjasama dengan sektor Pemerintah, Private, dan Universitas,” ungkap Djoko.

Selain hal tersebut, BSSN juga melaporkan soal summary report mengenai serangan siber yang terjadi di Indonesia, hasil pemantauan trafik dan deteksi serangan siber dan malware.

Di sini menerangkan analisis terhadap 3 malware terbanyak yang menyerang Indonesia, pengenalan layanan publik portal Honeynet, serta penjelasan mengenai riset dan pengembangan Honeynet Project Indonesia.

Pria lulusan AKSARA tahun 1980 ini mengungkapkan, ancaman terbesar yang masuk ke Indonesia adalah serangan malware.

“Ancaman terbesar adalah malwere. Karena serangan itu mencuri data, seperti kartu kredit, data pribadi, dan data rahasia negara,” jelasnya.

Untuk itu, dalam visualisasi peta serangan siber dari negara lain ke Indonesia, dibuat sebuah website dengan domain honeynet.bssn.go.id.

Website tersebut berisi mengenai peta dunia yang menggambarkan intensitas serangan dari negara lain ke Indonesia. Sedangkan peta Indonesia, yakni menggambarkan tingkat serangan siber setiap provinsi.

Ada juga istilah Tren malware, seperti memperlihatkan jenis malware yang paling banyak menyerang Indonesia. Selanjutnya live feed, yaitu memperlihatkan informasi serangan siber yang terjadi secara real time, lalu  peringkat serangan merupakan memperlihatkan negara yang paling banyak melakukan serangan siber ke Indonesia, dan rentang waktu, ialah memperlihatkan grafik intensitas jumlah serangan yang terjadi per satuan waktu.

Dari hal tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh publik mengenai ancaman siber secara nasional maupun global, sehingga dapat dijadikan sebagai informasi dan prediksi jenis serangan dengan diketahui identitas penyerang, behaviour penyerang, serta metode kebutuhan untuk penanggulangan berdasarkan hasil deteksi melalui Honeynet Project. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.