Minggu, 9 Agustus 20

BRI Ingin Punya Satelit Kedua

BRI Ingin Punya Satelit Kedua
* Direktur Utama BRI Suprajarto. (foto: Fikar/OMG)

Jakarta, Obsessionnews.com – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk  (BRI) telah memiliki satelit pertamanya bernama BRIsat. Dengan penggunaan BRIsat tersebut manajemen BRI mengklaim telah memberikan kepastian kapasitas jaringan komunikasi hingga 15 tahun ke depan. Namun, BRI masih menginginkan adanya satelit kedua untuk menambah efektivitas jaringan bank.

 

Baca juga:

BRI Peroleh Penghargaan Berskala Internasional

BRIsyariah Sukses Tingkatkan Loyalitas Nasabah di Era Digital

BRI Penyalur KUR Terbesar di Indonesia

 

Meski begitu BRI mengakui untuk bisa memiliki satelit kedua dibutuhkan proses yang panjang. Bank pelat merah ini harus memastikan adanya slot untuk satelit baru dan pembiayaan untuk pembeliannya. Untuk itu BRI tidak menutup kemungkinan untuk bekerja sama dengan pihak lain seperti perusahaan telekomunikasi untuk berbagi kepemilikan.

Jika diperhatikan BRI mempunyai posisi yang unik dalam industri perbankan. Hal itu terlihat dari BRI menjadi satu-satunya bank yang memiliki satelit. Dengan adanya satelit, BRI berhasil melakukan efisiensi Rp 500 miliar hingga Rp 1 triliun per tahun.

Direktur Utama BRI Suprajarto, mengatakan satelit sangat efektif menurunkan biaya dan menambah kepercayaan konsumen pada BRI.

“Satelit ini memang cukup efektif untuk menurunkan cost ya. Tidak hanya menurunkan cost, pastinya dengan satelit kepercayaan kastumer kita akan bertambah, karena kita memiliki satelit sendiri,” ujar Suprajarto dikutip dari CNBC Indonesia TV, Senin (25/3/2019).

Dia mengungkapkan,  jika berbicara soal satelit, memang hampir semua unit-unit kerja sudah direpointing ke arah satelit BRI dan cost yang selama ini menjadi beban secara rutin itu jauh berkurang. Bahkan vendor-vendor yang menjadi back up BRI, karena BRI sebagai industri perbankan itu tidak boleh satu.

“Jadi walaupun punya satelit kita harus punya cadangan. Cadangan ini bisa dengan berbagai cara, dan selama ini mungkin yang kita sewa itu dalam kapasitas yang besar, dengan punya satelit tentu cadangannya kita sewa jauh lebih kecil,” jelasnya.

Untuk itu, BRI mempunyai keinginan untuk memiliki satelit kedua. Namun untuk memiliki satelit kedua tersebut prosesnya tidak lah mudah. Dia berharap ada slot orbit yang bisa dimanfaatkan untuk yang kedua.

Syukur-syukur ada slot orbit yang bisa kita manfaatkan untuk yang ke dua. BRIsat kedua ini tentu pertama adalah kebersian slot orbit ya, yang kedua tentunya selain slot orbit juga satelitnya sendiri. Karena pesan satelitnya juga ngak cepat,” ungkap mantan Wakil Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia ini.

Dia menambahkan, apabila slot untuk satelit kedua ini tidak ada pihaknya akan share swap dengan Telkom, bisa juga dengan Telkom share swap transponder. “Sinergi BUMN adalah keharusan makanya itu yang dilakukan,” ucap Suprajarto.

Karena satelit kedua itu tergantung pada ketersediaan slot orbit dan satelit sendiri, apalagi pesan satelit tidak bisa cepat. “Yang pertama juga belum, dan masih sulit, yang kita pilih kedua mungkin share swap dengan Telkom atau yang lain. Jadi belum bisa menyampaikan. Begitu dapat slot orbit baru kita jajaki ke industri satelitnya,”pungkas mantan Direktur Jaringan dan Layanan BRI sejak 2007 hingga 2015 itu. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.