BNPT Lakukan Pencegahan Dini Terorisme

Pontianak, Obsessionnews – Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) RI melalui Deputi I Prof Dr Syahrin Harahap mengatakan perkembangan paham radikal semakin cepat dan pesat serta diperkirakan telah menyebar di kalangan paling bawah terutama bagi kalangan pemuda. Menurut Syahrin, penyebaran paham radikalisasi juga terasa pada masyarakat Kalimantan Barat terutama di kalangan anak muda. Selain karena faktor perkembangan pesat teknologi dan arus informasi global juga karena faktor geografis yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia. “Teroris akan mempengaruhi anak-anak muda khususnya di negara Indonesia dengan paham-paham radikal tersebut. untuk mencegah dan menangkalnya hal tersebut, BNPT gencar melakukan pencegahan dini,” paparnya kepada obsessionnews, Minggu (29/11/2015). Syahrin memberi pemahanan kepada lebih dari 150 orang yang hadir mengikuti dialog publik dalam rangka pencegahan terorisme di Kalangan Pemuda Kalimantan Barat yang bertempat di Hotel Borneo, Pontianak, Minggu (29/11). Menurutnya, pencegahan dini kepada anak-anak muda terhadap tindakan terorisme atau radikalisme agama sangatlah penting guna menjaga persatuan dan kesatuan masyarakat yang telah terjalin dengan pengamalan nilai-nilai pancasila dan sikap saling toleransi. “Nilai-nilai kearifan lokal harus tetap ditingkatkan seperti toleransi dan saling menghormati satu sama lain demi menjaga agar tidak terjadi munculnya paham-paham radikalisme yang akan merusak kesatuan bangsa ini,” tandas Syahrin. Ia menambahkan, peran tokoh agama dan masyarakat sangatlah dirasa efektif dalam rangka menjaga kerukunan umat beragama agar tidak terjadi timbulnya gerakan-gerakan radikalisme. Dikatakan, BNPT bekerjasama dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) ditingkat Provinsi termasuk Kalimantan Barat selalu gencar melakukan gerakan-gerakan pencegahan seperti dialog dan diskusi dengan tokoh muda lintas OKP dan pelatihan-pelatihan jurnalisme konflik. “Kegiatan pencegahan diharapkan mampu memutus rantai pemahaman yang salah dan persepsi jihad yang salah di kalangan anak-anak muda. Apalagi daerah Kalimantan Barat yang memiliki potensi kerawanan dan perlu kita waspadai dengan melakukan gerakan pemahan tersebut,” tuturnya. (Saufi)





























