Rabu, 15 Juli 20

BNPB Terus Tangani Korban Banjir di Jabodetabek

BNPB Terus Tangani Korban Banjir di Jabodetabek

Jakarta, Obsessionnews Hujan deras yang turun hampir merata di seluruh Jabodetabek sejak Kamis (20/4) hingga Jumat (22/4), telah menyebabkan banjir di beberapa tempat. Tim gabungan dari BNPB, BPBD Kota Bekasi, TNI, Polri, Basarnas dan SKPD telah melakukan evakuasi dan mendirikan dapur umum dan tempat penampungan.

“Dinas PU Kota Bekasi telah mengirimkan air bersih. Dinas Kesehatan juga telah mendirika pos kesehatan. Saat ini banjir sudah mulai surut meskipun belum keseluruhan. Kebutuhan mendesak adalah nasi bungkus, makanan siap saji, air mineral, peralatan untuk membersihkan lumpur dan lingkungan, dan obat-obatan,” ujar Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, seperti dilansir laman BNPB.go.id, Jumat (22/4/2016).

Berdasarkan data BMKG, curah hujan di Depok tercatat 202 mm per hari dan intensitas hujan di Pasar Minggu 166 mm per hari. Ini termasuk curah hujan ekstrem atau sangat deras.

Hal yang sama juga terjadi di hulu Sungai Cikeas di daerah Bogor. Akibat hujan yang deras, disertasi dengan kondisi sungai yang telah terdegradasi dan kerusakan lingkungan telah menyebabkan debit sungai meluap.

Tanggul Sungai Cikeas tidak mampu menahan debit sungai sehingga jebol. Patahan tanggul sekitar 10 meter dan rembesan air sepanjang 1 km sehingga debit sungai membanjiri permukiman di Kota Bekasi. Kondisi pompa mati sehingga banjir makin sulit diatasi.

Baca juga:

Stop Bilang Warga Ciliwung Penyebab Banjir

Warga Jakarta Siaga Banjir!

Banjir terjadi pada Kamis (21/4) pukul 05.30 WIB. Diperkirakan 600 KK atau 9.000 jiwa terdampak langsung akibat rumahnya terendam banjir antara 30 cm hingga 500 cm. Daerah yang terendam banjir meliputi:

· Komplek IKIP – Perum Nasio Indah di Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Jatiasih.
· Perum Mustika Gandaria Setu – Perumahan Lotus Chandra di Kelurahan Jatimurni, Kecematan Pondok Melati.
· Perum Pondok Gede Permai di Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih.

Hampir setiap tahun, banjir akibat luapan Sungai Cikeas/Sungai Bekasi atau akibat jebolnya tanggul sungai melanda komplek perumahan tersebut. Perlu dibangun tanggul yang kuat yang mampu menahan terjangan debit sungai agar banjir tidak berulang kembali

Masyarakat sudah mengungsi di tempat yang aman. Sekitar 500 rumah mengalami kerusakan ringan. Jalan terendam banjir dan rusak ringan. Tidak ada korban jiwa akibat banjir.

Berdasarkan data BMKG, curah hujan ektrem di Jabodetabek disebabkan oleh adanya daerah pertemuan dan belokan angin di sekitar Jawa bagian Selatan yang menyebabkan tumbuhnya awan-awan konvektif dan hujan disertai petir.

Curah hujan tahun 2016 cenderung lebih lama dibandingkan dengan normalnya. Diperkirakan curah hujan ektrem masih berpotensi hingga Mei 2016, yang kemudian memasuki masa kering pada Juni 2016 di sebagian besar wilayah barat Indonesia.

Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada. Diperkirakan 3 hari ke depan hujan lebat berpotensi terjadi di Sumatera Selatan, Bengkulu, Bangka Belitung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Kalteng, Kalbar, Maluku dan Papua. @reza_indrayana

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.