Senin, 21 September 20

Bima Arya Tegaskan Bansos Dikawal dengan Baik

Bima Arya Tegaskan Bansos Dikawal dengan Baik
* Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto. (Foto: Istimewa)

Jakarta, Obsessionnews.com – Dampak Virus Corona atau Covid-19 nampaknya berimbas pada semua sektor terutama ekonomi. Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini akan tertekan di level 2,1 persen.

Hal ini disebabkan oleh terus meluasnya persebaran Covid-19 baik di dalam negeri maupun luar negeri. Bank Indonesia (BI) pun telah merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi RI menjadi di bawah 5 persen atau hanya sekitar 2,5 persen saja yang biasanya mampu tumbuh mencapai 5,02 persen.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengungkapkan, kondisi tersebut sontak berpengaruh besar kepada masyarakat Indonesia, tak terkecuali bagi warga Kota Bogor.

“Warga bogor yang saya cintai, saya sangat bisa merasakan banyak sekali warga bogor yang terdampak secara
ekonomi karena wabah Covid-19 ini dan memerlukan bantuan,” ujar Bima seperti dlihat obsessionnews.com di YouTube, Jumat (1/5/2020).

Pemerintah kota, sambung Bima,  telah melakukan pendataan ada 159.162 keluarga yang akan mendapat bantuan sosial (Bansos) dari pusat, provinsi, dan Pemkot Bogor, semua disalurkan secara bertahap.

“Ada yang dalam bentuk sembako atau uang tunai. Bantuan dari pemkot sudah turun untuk 19.904 keluarga,” paparnya.

Ia menggarisbawahi, sangat mungkin ada data yang tidak tepat atau warga yang tidak terdata. “Kita akan terus sempurnakan agar yang betul-betul membutuhkan semaksimal mungkin bisa dibantu. Silahkan gunakan jalur aduan di aplikasi Sibadra atau hubungi 112. Saya pastikan bahwa bantuan dari pemerintah itu tidak dimain-mainkan oleh aparat. Saya pastikan proses semuanya berjalan dengan baik,” tegasnya.

Di bulan Ramadan ini, Bima juga akan menggerakkan solidaritas warga karena menurutnya jika hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah saja, ia yakin tidak akan cukup.

“Gerakan sosial penting, gerakan nasbung (nasi bungkus), dapur umum, dan berbagai gerakan lainnya kami dorong terus, khususnya di bulan suci ini,” imbunya.

Ia juga menegaskan, pemkot Bogor akan lebih ketat mengawasi supaya tidak ada pelanggaran. “Akan dilakukan secara persuasif menjelaskan kepada DKM, masjid, ustadz, Pak kiai untuk memberikan pengertian terhadap warga di bulan Ramadan ini agar menyesuaikan dulu ibadahnya, tidak taraweh dulu, tidak sholat jumat dulu, tidak ada kerumunan, tidak ada pengumpulan masa,” pungkasnya. (Gia)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.