Sabtu, 4 Februari 23

Biar Pasar Lesu, Datsun Patok Target Tinggi

Biar Pasar Lesu, Datsun Patok Target Tinggi

Jakarta, Obsessionnews – Pasar otomotif nasional boleh melesu, tapi PT Nissan Motor Indonesia (NMI) punya target besar hingga 2016 mendatang.

Sejak April 2015 hingga Maret 2016, Indriani Hadiwidjaja General Manager Head of Datsun Indonesia NMI selaku agen pemegang merk (APM) Datsun mematok angka 40 ribu unit target penjualan. Dia bilang, pihaknya optimis mencapai harapan lewat kegiatan promosi yang bakal digelar di beberapa titik potensial di seluruh Indonesia.

Sekedar catatan, selain bermain di pasar mobil konvensional, NMI juga terjun ke rana low cost green car.

Lantaran belum memproduksi mobil bertransmisi otomatis, 70 % produk merk Datsun lebih banyak dipasarkan di luar Jakarta.

“Karena macet jadi produk kami lebih laris di luar Jakarta,” sebut Indriani.

Pasar Datsun di Luar Jakarta
Sesuai arahan pemerintah pusat melalui Kementerian Perindustrian, PT Nissan Motor Indonesia (NMI) selaku agen pemegang merk (APM) Datsun, memang ikut bermain di ranah low cost green car.

Jika pada tahun fiskal 2014 Datsun mencatatkan penjualan mencapai angka di kisaran 150 ribu unit, sampai akhir tahun 2015 target sedikit didongkrak naik sampai menyentuh 200 ribu.

Indriani Hadiwidjaja selaku General Manager Head of Datsun Indonesia mengatakan, 70% produk Datsun laris di pasar luar jakarta karena kondisi produk yang cuma bertransmisi manual.

Sementara itu, Indriani juga bilang hingga saat ini Datsun belum berpikir untuk melakukan aksi ekspor. Namun, tidak menutup kemungkinan pihaknya juga bakal menempuh jalan seperti yang sudah dilakukan pabrikan lain.

“Untuk saat ini kita masih bermain di Indonesia, India, Rusia dan Afrika Selatan. Di setiap negara regulasinya berbeda,” kata Indriani kepada obsessionnews.com usai peluncuran program Datsun Rising Hope di Jakarta, Selasa (26/5). (MBJ)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.