Kamis, 24 Juni 21

Biadab! Israel Gunakan Gas Beracun Serang Warga Gaza

Biadab! Israel Gunakan Gas Beracun Serang Warga Gaza
* Serangan militer Israel ke Gaza. (Foto: ParsToday)

Juru bicara Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengatakan, rezim Zionis Israel menggunakan gas beracun dalam menyerang penduduk Jalur Gaza. Menurutnya hal ini terbukti setelah pemeriksaan terhadap beberapa jenazah korban serangan Israel.

Stasiun televisi Qatar, Al Araby, Sabtu (15/5/2021) melaporkan, Ashraf Al Qudra menuturkan, “Rezim Zionis melarang masuknya obat-obatan dan peralatan medis ke Jalur Gaza.”

Ia memprediksi jumlah korban jiwa akibat serangan Israel ke Jalur Gaza akan terus bertambah, dan negara-negara dunia diminta untuk mencegah berlanjutnya agresi militer Zionis ini.

Stasiun televisi Sky News hari Kamis mengutip beberapa sumber di rumah sakit Gaza mengabarkan, alasan gugurnya sejumlah warga Palestina dalam serangan Zionis ke Jalur Gaza, karena menghirup gas beracun.

Perang rezim Zionis Israel terhadap Jalur Gaza dimulai hari hari Senin lalu.

Israel Kehilangan Kontrol
Wakil Ketua Biro Politik Hamas menekankan penggabungan kelompok-kelompok perlawanan Palestina. Menurutnya langkah ini dapat menggoyahkan keseimbangan dan dominasi rezim Zionis Israel.

Stasiun televisi Al Mayadeen, Sabtu (15/5/2021) melaporkan, Saleh Al Arouri mengatakan, penggabungan kelompok-kelompok perlawanan Palestina di Tepi Barat, Jalur Gaza, dan di dalam wilayah pendudukan, adalah kunci kemenangan.

Ia menambahkan, “Zionis sudah kehilangan kontrol dan keseimbangan dalam menghadapi rakyat Palestina, dan kubu perlawanan berada di tengah pertempuran yang mampu meraih kemenangan besar.”

Wakil Ketua Biro Politik Hamas menegaskan bahwa kelompok ini berada di pusat pertempuran, dan beperang untuk membela hak bangsa Palestina.

“Seluruh upaya mantan Presiden Amerika Serikat sia-sia, dan perlawanan, Al Quds serta hak bangsa Palestina berada dia atas semuanya,” pungkasnya.

160 Jet Tempur Zionis Gempur Gaza
Militer rezim Zionis mengklaim bahwa pihaknya telah mengerahkan 160 jet tempur untuk menyerang berbagai target di Jalur Gaza pada Jumat dini hari, 14 Mei 2021.

Menurut The Times of Israel, militer Israel mengumumkan bahwa 160 pesawat tempur telah menembakkan sekitar 450 rudal ke 150 titik di utara Gaza hanya dalam waktu 40 menit pada Jumat dini hari.

Seorang juru bicara militer Israel yang berbicara secara anonim mengatakan bahwa serangan semalam adalah yang terbesar di Gaza dalam beberapa hari terakhir.

Menurutnya, selain melakukan serangan udara oleh jet-jet tempur, Israel juga mngerahkan tank dan artileri untuk melakukan serangan keras terhadap Gaza.

“500 peluru mortir dan 50 peluru tank telah ditembakkan ke target-target yang ditentukan dalam waktu satu jam,” ujarnya.

Dia menambahkan, pasukan darat belum melancarkan operasi terhadap Gaza dan saat ini mereka masih ditempatkan di daerah perbatasan.

Jubir militer Israel dalam pernyataannya mengakui bahwa sistem pertahanan Iron Dome hanya mampu mencegat puluhan rudal dan roket yang ditembakkan dari Gaza sehingga banyak dari mereka telah menghantam daerah padat penduduk di permukiman Zionis di sekitar Gaza.

Aksi saling serang antara kelompok perlawanan Palestina dan rezim Zionis dimulai pada hari Senin (10/5/2021) setelah berakhirnya batas waktu yang diberikan kepada Isarel untuk mengakhiri serangan dan kekerasannya di al-Quds dan Masjid al-Aqsa.

Kementerian Kesehatan di Gaza mengumumkan bahwa 119 warga Palestina, termasuk 27 anak dan 11 perempuan gugur syahid, dan lebih dari 600 orang terluka.

Perdana Menteri rezim Zionis Benjamin Netanyahu mengancam akan melanjutkan serangan ke Gaza “selama diperlukan.” (ParsToday/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.