Sabtu, 23 Februari 19

Bertemu Paus Fransiskus, Quraish Shihab Sampaikan Pesan Ali bin Thalib

Bertemu Paus Fransiskus, Quraish Shihab Sampaikan Pesan Ali bin Thalib
* Quraish Shihab bertemu Paus Fransiskus. (Foto: IG Najwa Shihab)

Jakarta, Obsessionnews.com – Pakar tafsir Alquran Prof M Quraish Shihab menjadi satu-satunya tokoh agama dari Indonesia, bahkan Asia Tenggara, yang hadir dalam penandatanganan Deklarasi Abu Dhabi, Senin (7/2) lalu. Di sana Quraish  bertemu dengan para pemuka agama seperti Paus Fransiskus.

Deklarasi itu disebut sebagai ‘Dokumen Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Berdampingan’. Deklarasi itu ditandatangani Imam Besar Al-Azhar Ahmed al-Tayeb dan pemimpin tertinggi Vatikan Paus Fransiskus.

Deklarasi ini merupakan hasil atas acara Pertemuan Persaudaraan Manusia yang digelar di Uni Emirat Arab. Acara ini dihadiri oleh 400 pemimpin keagamaan.

Quraish hadir dalam kapasitas sebagai anggota Majelis Hukama’ Al-Islam/ Moslem Elders Councils (Majelis Orang-orang Bijak Muslim), sebuah organisasi yang bertujuan untuk menghindarkan kekerasan-dalam bentuk apapun, serta mengedepankan dialog.

Dalam kesempatan bersejarah itu, Quraish memberikan ceramah yang berjudul Persaudaraan Manusia: Tantangan dan Kesempatan. Mengawali ceramahnya, Quraish mengutip pernyataan Imam Ali bin Thalib yaitu manusia terbagi dalam dua kelompok; saudara denganmu dalam seagama dan saudara denganmu dalam kemanusiaan.

Quraish mengemukakan, ikatan kebersamaan dalam agama tidak menafikan ikatan persaudaraan antarmanusia. “Agama dan kemanusiaan berdampingan untuk menciptakan kehidupan yang damai dan harmoni.”

Dia mengatakan, ungkapan ini sejalan dengan pesan-pesan Alquran yang menegaskan pentingnya menjaga persaudaraan, bukan saja dengan sesama Muslim, melainkan juga sesama manusia, walau berbeda keyakinan.

Menurut Quraish, tantangan yang dihadapi dalam mewujudkan persudaraan manusia adalah peradaban modern yang terlalu mementingkan aspek material dan mesin, disertai dengan sifat rakus/tamak, egoisme, dan mengesampingkan manusia dan kemanusiaan.

Namun, Quraish optimis kesempatan untuk mewujudkan persaudaraan manusia, masih terbuka luas. Bukan saja karena harus optimis dalam segala hal, atau karena naluri kebaikan ada dalam diri setiap insan, melainkan karena tanda-tanda ke arah itu terbentang jelas.

“Antara lain, hubungan yang baik antara tokoh-tokoh agama, saling tukar pikiran antarsesama, dengan gagasan-gagasan yang mencerahkan untuk kebaikan umat manusia dan kedamaian dunia,” tutur dia. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.