Senin, 28 September 20

Bertemu Para Purnawirawan TNI/Polri, Ridwan Hisjam Bahas Covid-19 dan Konflik AS-China

Bertemu Para Purnawirawan TNI/Polri, Ridwan Hisjam Bahas Covid-19 dan Konflik AS-China
* Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Ridwan Hisjam bertemu dan berdialog bersama Pepabri (Purnawirawan TNI/Polri) dan DHD- 45, serta LVRI/Veteran di RH Center, Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (5/6/2020). (Foto: dok. RH Center)

Malang, Obsessionnews.com – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Ridwan Hisjam bertemu dan berdialog bersama Pepabri (Purnawirawan TNI/Polri) dan DHD- 45, serta LVRI/Veteran di RH Center, Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (5/6/2020). Pertemuan itu membahas banyak hal, termasuk isu-isu internasional dan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Ridwan melihat kasus corona telah menjadi persolan dunia Internasional yang menyeret dua negara besar, yakni Amerika Serikat (AS) dan China. Banyak kepentingan di balik adanya corona ini. Baik itu soal politik, ekonomi, sosial dan budaya. China terlihat ingin menggeser posisi AS sebagai negara super power.

Di sisi lain, kata Ridwan, AS juga kokoh mempertahankan statusnya sebagai negara super power dan sudah terlanjur mengajukan pada senat AS untuk membantu Hongkong dalam menjaga bisnis dan demokrasi, serta mengancam perang dengan China.

“Bahkan sudah mempersiapkan dengan sekutu mesin perang yang sudah berada di Laut China Selatan dekat dengan Natuna. Kemudian dalam sisi yang lain China  sudah merasa punya peralatan militer dan bom nuklir siap melayani perang AS,” ujar Ridwan.

Menurutnya, jika China tidak bisa melayani perang,  sedangkan AS dan sekutunya menang maka konsekuensi yang terjadi pada China adalah bubarnya partai komunis China. China akan terpecah belah seperti Uni Soviet, maka perang hanya menunggu waktu.

“Dalam menghadapi masalah perang ini apa yang akan dilakukan oleh Indonesia sebagai pemilik kedaulatan Laut China Selatan di Pulau Natuna, karena dalam satu sisi pemerintah sampai sekarang kurang maksimal memainkan politik bebas aktif,” jelasnya.

Padahal jika nuklir meledak di laut China Selatan, dampaknya bisa sampai ke Sumatera karena radiasinya cukup kuat. Itulah, kata Ridwan, yang harus menjadi pelajaran besar bagi bangsa Indonesia untuk berada di poros tengah sebagai negara yg  mengikuti gerakan Non-Blok.

Dalam satu sisi Indonesia tetap berkeyakinan perang dingin yang terjadi tidak akan berdampak bagi bangsa Indonesia khususnya.

“Bapak Presiden Jokowi harus mampu memberikan kontribusi bagi kemaslahatan bangsa dalam menghadapi pandemi Covid-19, serta isu isu panasnya dua negara besar di dunia,” ucapnya.

Ia menambhkan, tidak dipungkiri, corona telah berdampak besar terhadap kehidupan sosial masyarakat yang bisa menimbulkan ketidakpuasan batin, kecemburuan, iri hati, kebencian, karena menyangkut masalah perut, tempat tinggal, pekerjaan, uang, dan kekuasaan yang sering kali juga muncul.

Hal tersebut, kata Ridwan, harus diperhitungkan, dapat diantisipasi, menjadi perhatian serius dan menjadi kekuatan korektif bersama serta menjadi filter Indonesia sebelum nantinya bisa  masuk pada dampak politik. Karena situasi ini sangat rawan dan tentu kita tidak menginginkan terjadinya hal ini.

“Sejarah sudah pernah membuktikan dari dampak ekonomi ke dampak konflik sosial hingga ke dampak politik perjalanannya sangat cepat sekali,” tandasnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.