Kamis, 21 November 19

Berprestasi Cemerlang, Sri Mulyani Kembali Dipercaya Jadi Menteri Keuangan

Berprestasi Cemerlang, Sri Mulyani Kembali Dipercaya Jadi Menteri Keuangan
* Sri Mulyani. (Foto: Edwin B/OMG)

Jakarta, Obsessionnews.com –  Joko Widodo (Jokowi) kembali terpilih menjadi Presiden RI untuk kedua kalinya pada Pilpres 2019. Jokowi yang berpasangan dengan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 di Gedung MPR/DPR, Minggu (20/10/2019). Di periode kedua kepemimpinannya ini Jokowi memberi nama kabinetnya adalah Kabinet Indonesia Maju. Jokowi mengumumkan Kabinet Indonesia Maju di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/10/2019).  Sedangkan sebelumnya di periode pertamanya saat  berduet dengan Jusuf Kalla kabinetnya bernama Kabinet Kerja.

Jokowi kembali memberi kepercayaan kepada Sri Mulyani Indrawati menduduki kursi Menteri Keuangan (Menkeu). Saat menjadi Menkeu di Kabinet Kerja Sri menorehkan berbagai prestasi cemerlang.  Berikut ini obsessionnews.com menyajikan beberapa fakta prestasinya:

Finance Minister of The Year 2019

Majalah keuangan internasional The Banker menobatkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebagai Finance Minister of The Year 2019 pada Rabu (2/1/2019). The Banker yang dimiliki Financial Times (The Nikkei) berbasis di London. Majalah ini juga merupakan sumber utama data dan analisis dalam industri keuangan dan perbankan.

Dikutip Obsessionnews.com dari situs resmi Kementerian Keuangan, Kamis (3/1/2019), beberapa hal yang menjadi pertimbangan The Banker yaitu pertama, perekonomian Indonesia masih terjaga ketahanannya di tengah berbagai bencana dan tragedi sepanjang tahun 2018. Defisit Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2018 diperkirakan sekitar 1,86 persen, lebih rendah dari yang diperkirakan dalam APBN 2018 sebesar 2,19 persen.

Kedua, strategi pembiayaan risiko dan penjaminan atau asuransi untuk mempercepat proses bantuan dan pemulihan pascabencana alam yang diusulkannya di bulan Oktober 2018 sebagai modernisasi respon negara terhadap bencana alam.

Ketiga, membuat serangkaian perubahan pada sistem perpajakan untuk meningkatkan pendapatan negara, seperti penyederhanaan proses pembayaran pajak dan penambahan lokasi tempat pembayaran pajak. Hal ini dilakukan mengingat Global Competitiveness Report 2017 menempatkan Indonesia pada peringkat ke-41 dari 138 negara, turun empat peringkat dari tahun sebelumnya.

Keempat, memotong tarif Pajak Penghasilan (PPh) untuk perusahaan kecil dan menengah sementara pajak e-commerce dikenakan pada perusahaan e-commerce yang beroperasi dari luar negeri.

Terakhir pengurangan pajak pada layanan ekspor milik Indonesia dengan menjadikan tarif Pajak Pertambahan Nilai sebesar (PPN) 0% (nol persen) untuk menstimulasi sektor tersebut.

Sebelumnya The Banker juga memberikan penghargaan yang sama kepada Menteri Keuangan India Arun Jaitley (2018) dan Menteri Keuangan Argentina Alfonso Prat-Gay (2017).

Halaman selanjutnya

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.