Rabu, 20 November 19

Berniat Jadi Ketum Golkar, Bamsoet Tunggu Restu Jokowi

Berniat Jadi Ketum Golkar, Bamsoet Tunggu Restu Jokowi
* Ketua DPR Bambang Soesatyo. (Foto: Republika))

Jakarta, Obsessionnews.com – Isu percepatan Munas Partai Golkar terus menguat. Nama Ketua DPR Bambang Soesatyo pun senter sebagai salah satu kandidat yang ingin menduduki jabatan Ketua Umum Golkar menggantikan Airlangga Hartarnto. Politikus yang biasa disapa Bamsoet ini pun meminta semua pihak untuk menahan diri.

“Jangan ribut-ribut dulu sampai hasil keputusan MK (Mahkamah Konstitusi) yang menetapkan Pak Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia 2019-2024 diputuskan pada tanggal 28 Juni 2019,” urainya dalam pernyataan tertulisnya, Senin (17/6/2019).

Bamsoet meminta diberi waktu karena dirinya harus meminta pertimbangan dan masukan dari berbagai pihak, termasuk sesepuh Partai Golkar dan juga Ketum Golkar saat ini Airlangga.

“Beri saya waktu. Karena sebagai Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Soksi dan kader sekaligus pengurus harian Partai Golkar, saya harus minta pertimbangan dan berbagai masukan. Selain dari Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, juga dari para senior dan sesepuh Golkar, termasuk Plt ketua umum Depinas Soksi Bobby Suhardiman,” paparnya.

Bamsoet yang juga Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila dan Kepala Badan Bela Negara FKPPI juga mengaku harus minta pandangan Ketua Umum Pemuda Pancasila Yapto Soerjosoemarno dan Pontjo Sutowo sebagai Ketua Umum FKPPI.

Tidak hanya itu sebagai partai pendukung pemerintah, Bamsoet juga membutuhkan pandangan dan pertimbangan Jokowi, termasuk juga pandangan para ketua umum partai politik sebagai sesama kolega di koalisi Pemeritah.

“Sekali lagi, beri saya waktu. Pada saatnya nanti saya akan jawab dengan lugas. Kalau nanti saya menyatakan maju, itu berarti saya sudah mendapat restu dan perintah dari para stakeholders yang saya sebutkan tadi,” katanya.

Sebelumnya, sejumlah kader muda Partai Golkar mendorong segera dilakukan pergantian kepemimpinan partai melalui Musyawarah Nasional (Munas). Hal ini seiring poencapaian Partai Golkar pada Pemilu 2019 yang dianggap tak memuaskan.

Para kader muda Partai Golkar yang mendesak pergantian kepemimpinan ini tergabung dalam Barisan Pemuda Partai Golkar (BPPG). Inisiator BPPG, Abdul Aziz, mengatakan di dalam BPPG terdapat perwakilan dari ormas-ormas Partai Golkar, yaitu perwakilan Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) Golkar, Gema Kosgoro, Gema MKGR, Baladika Karya Soksi, dan juga perwakilan dari Kosgoro. Mereka juga mendorong agar Bamsoet maju sebagai ketum Golkar.

“Namun saya mengucapkan terima kasih kepada adik-adik saya yang tergabung dalam berbagai organisasi kepemudaan Partai Golkar yang ingin saya maju sebagai calon ketua umum Partai Golkar. Saya anggap ini sebagai bentuk aspirasi arus bawah,” tuturnya.

Bamsoet mengatakan, Golkar adalah partai terbuka yang menjunjung demokrasi. Menurut dia, Golkar sebaiknya tidak perlu alergi jika muncul banyak nama calon ketum.

“Justru tugas kita adalah mendorong agar muncul sebanyak-banyaknya kader muda Partai Golkar meramaikan bursa caketum Partai Golkar. Semakin banyak semakin bagus bagi Partai Golkar. Artinya kaderisasi berjalan dengan baik,” urainya.

Bamsoet juga memberikan apresiasi kepada Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto yang telah menyatakan secara terbuka akan maju lagi memimpin Golkar untuk periode 2019-2024. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.