Minggu, 27 November 22

Berkat Manfaatkan Ampas Tebu untuk Peredam Bunyi, MTsN 1 Pati Sabet Medali Emas di Ajang Internasional

Berkat Manfaatkan Ampas Tebu untuk Peredam Bunyi, MTsN 1 Pati Sabet Medali Emas di Ajang Internasional
* Tim riset Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Pati, Jawa Tengah, menyabet prestasi di ajang internasional. (Foto: kemenag.go.id)

Pati, obsessionnews.com –  Tim riset Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Pati, Jawa Tengah, menyabet prestasi di ajang internasional. Riset inovatif mereka terkait manfaat ampas tebu sebagai peredam bunyi diganjar medali emas untuk kategori Environment dalam ajang Innovation and Invention Competition (I3C).

 

Baca juga: Pabrik Gula di Dompu Kembangkan Kemampuan Para Petani dengan Pelatihan dan Pengetahuan Terkait Budidaya Tebu

 

Kompetisi riset tingkat internasional ini diselenggarakan oleh Malaysia Innovation, Invention and Creativity Association (MIICA). Pemenang kompetisi tersebut diumumkan secara virtual oleh penyelanggara, Minggu (29/11/2021).

Tim MTsN 1 Pati terdiri atas Arifianti Atiqotuz Zahro, Rindu Jenar Asmaranti, Lu’lu’ Zahira Juair, Izza Raihanun Sekarlangit, dan Diera Sarah Dzikriyah. Judul penelitian mereka adalah A Compossite of Bagasse as Sound-Dampening Acoustic Material.

Lu’lu’ menerangkan, proses pembuatan komposit ini menggunakan material berupa serat ampas tebu sebagai filler dan Polyvinyl Acetate (PVAc) sebagai matriks. Sampel dibuat dengan ketebalan yang berbeda, tetapi memiliki perbandingan antara matriks dan filler yang tetap. Setelah pembuatan komposit selesai, kemudian dilanjutkan dengan proses pengujian yang dilakukan di Laboratorium IPA MTsN 1 Pati.

“Selain dapat mengurangi kebutuhan manusia terhadap bahan kayu dan dapat mengurangi illegal logging yang berpotensi menyebabkan bencana alam, papan komposit ini juga dapat dimanfaatkan sebagai penyerap bunyi dan mengurangi kebisingan,” tuturnya seperti dikutip dari situs kemenag.go.id, Selasa (30/11).

Pembimbing riset, Khaerul Umam, menekankan kepada siswa-siswa yang tergabung dalam tim riset agar tidak mudah puas dengan prestasi yang telah diraih.

“Yang terpenting bukan hasil, tetapi proses dalam pelaksanaan riset sebagai bekal dalam berinovasi, berliterasi, kaya akan ide dan gagasan, serta bermanfaat baik bagi masyarakat maupun lingkungan,” jelasnya.

Terpisah salah seorang wali siswa, Juair, menyampaikan terima kasih kepada pihak madrasah atas penghargaan dan kepercayaan yang diberikan kepada sang anak. “Saya dan keluarga mengucapkan terima kasih atas penghargaan dan kepercayaan yang diberikan oleh madrasah kepada Lu’lu untuk menjadi bagian dari tim yang hebat,” tuturnya.

Kepala MTsN 1 Pati Ali Musyafak bersyukur atas perolehan medali emas pertama tingkat internasional bidang riset yang diraih anak didiknya. “Berkat rahmat Allah, syafaat Rasulullah, dan karamah Waliyullah serta usaha keras dari anak-anak beserta guru pembimbingya,” ujarnya.

Perolehan medali ini juga tidak terlepas dari doa seluruh keluarga besar MTsN 1 Pati dan masyarakat.

“Semoga kami bisa latihan mensyukuri agar terhindar dari azab-Nya, dan tetap rendah hati agar dekat dengan rahmat-Nya. Terima kasih untuk semuanya, Allah pasti membalas dengan yang lebih baik,” ucap Syafak. (red/arh) 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.