Jumat, 21 Juni 19

Berembus Kabar Megawati Soekarnoputri Akan Turun Tahta

Berembus Kabar Megawati Soekarnoputri Akan Turun Tahta
* Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. (Foto: Merdeka.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Kabar Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri akan turun dari jabatannya berembus kencang. Kabar itu diketahui setelah jadwal kongres partai dipercepat dari yang seharusnya pada 2020 sesuai dengan masa berakhirnya Megawati menjabat sebagai Ketua Umum PDIP menjadi Agustus 2019.

Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno menjawab alasan kenapa kongres sipercepat. Menurutnya, hal tersebut akan dijelaskan oleh Sekjen PDIP. Hendrawan tak menjawab tegas ketika ditanya apakah Kongres PDIP akan memunculkan regenerasi pengurus partai, salah satunya menggantikan posisi Megawati sebagai ketum.

“Harmonisasi jadwal kegiatan internal dan eksternal partai. Pak Sekjen akan menjelaskan hal-hal yang melatarbelakangi harmonisasi tersebut,” kata Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno menjawab alasan jadwal Kongres PDIP dipercepat, Kamis (13/6/2019).

Sementara itu Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP Eva Kusuma Sundari menjawab diplomatis saat ditanya apakah ada pemilihan ketum dalam kongres PDIP yang dipercepat pada pertengahan 2019 ini. Menurutnya, kongres tiap partai selalu mengagendakan pemilihan ketum baru.

“Biasanya kan memang kongres itu untuk memilih ketum. Itu memang kongres di mana pun partai kan tujuannya itu. Perkara siapa yang akan dipilih nggak mudeng,” sebut Eva.

Rakernas Jadi Alasan

Sebelum kongres digelar, PDIP akan lebih dulu menggelar Rakernas IV pada Rabu (19/6/2019) di kantor DPP PDIP, Jl Pangeran Diponegoro, Jakarta Pusat. Surat undangan dari DPP yang ditandatangani oleh putra Megawati, Prananda Prabowo yang menjabat salah satu Ketua DPP di PDIP sudah disebarluaskan.

Surat itu kian menguatkan isu mengenai regenerasi pucuk pimpinan PDIP menyusul percepatan Kongres. Sebab, umumnya surat undangan acara sekelas rakernas diteken oleh ketum dan sekjen. Ada beberapa agenda yang akan dibahas, salah satunya terkait rencana percepatan Kongres V PDIP yang akan digelar di Bali pada Agustus mendatang.

Menurut Ketua DPD PDIP Jawa Tengah Bambang Wuryanto, tak ada yang salah dengan tanda tangan Nanan di surat DPP. Setiap ketua DPP disebut bisa meneken surat resmi, tidak harus ketum. “Beliau kan juga DPP, jadi sah adanya. Surat-surat DPP wajib ada tanda tangan sekjen dan salah satu Ketua DPP,” kata Bambang.

“Hanya SK Fungsionaris DPD Partai dan DPC Partai wajib diteken Ketum dan Sekjen. Ketua panitia, kalau ada kongres biasanya juga salah satu ketua. Apakah nanti Mas Nanan, saya ndaktahu,” lanjutnya.

Ungkapan Hati Megawati

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sudah pernah mengungkapkan keinginannya untuk pensiun dari posisi orang nomor satu di PDIP. Hal tersebut disampaikan Megawati terakhir kali saat membuka sekolah calon anggota legislatif tingkat DPR di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Kamis (15/11/2018).

Megawati mengatakan, alasannya ingin pensiun karena sudah cukup lama menjadi Ketum PDIP. Megawati diketahui menjabat sebagai Ketum PDI sejak tahun 1993. Kursinya sempat digoyang lewat Kongres Luar Biasa PDI tahun 1996 yang menetapkan Soerjadi sebagai Ketum PDIP.

Tak menerima hasil itu, PDI di bawah kepemimpinan Megawati berubah nama menjadi PDI Perjuangan. Sejak saat itu, kursi Megawati tidak pernah goyah hingga saat ini. PDIP terakhir kali melaksanakan kongres pada 2015. Saat itu, kongres secara aklamasi kembali mengukuhkan Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum 2015-2020.

“Memang saya kalau dilihat, perjalanan politik sudah cukup lama. Saya ketum parpol paling senior sekian lama belum diganti-ganti, padahal saya sudah lama berharap diganti,” ujar Megawati saat itu.

Di sisi lain, Megawati curhat soal tugas tambahan yang diberikan Presiden Jokowi Widodo, yakni sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Ideologi Pancasila. Ia mengaku heran masih dipercaya memimpin meski usainya sudah beranjak tua.

“Padahal umur saya sudah 70 plus. Tapi hari ini malah ditambahi tugas ideologi Pancasila,” ujarnya.

Merasa Kesepian Berpolitik

Lanjutnya, ia mengaku memiliki kesibukan lain di luar partai usai menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Karena itu, ia sempat meminta Sekretaris Jendral PDIP Hasto Kristiyanto untuk mengurus tugas kepartaian.

Tak hanya soal keinginan pensiun dan tugas dari Jokowi, Megawati juga curhat soal minimnya partisipasi perempuan dalam dunia politik. Minimnya kaum perempuan yang berani turun sebagai politikus hal itu membuat dirinya merasa kesepian ketika berpolitik.

“Jadi makin hari makin kesal pada diri saya sendiri apa salahnya dengan saya dan perempuan Indonesia. Kenapa mereka ini tidak mau menjadi tokoh politik seperti saya,” ujar Megawati. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.