Kamis, 8 Desember 22

Benarkah Kopi Bisa Bermanfaat untuk Kesehatan?

Benarkah Kopi Bisa Bermanfaat untuk Kesehatan?
* Minuman kopi. (Foto: healthifyme)

Di masa lalu, kopi dikaitkan dengan peningkatan risiko kesehatan. Tetapi riset dari beberapa dekade terakhir menemukan bahwa minum kopi sebenarnya bermanfaat untuk kesehatan Anda.

Kafein adalah bahan psikoaktif paling populer di dunia. Manusia telah minum kopi, sumber alami kafein, selama berabad-abad, tetapi ada banyak sekali pesan yang beragam di seputar efeknya terhadap kesehatan manusia selama beberapa dekade.

“Secara tradisional, kopi dianggap sebagai hal yang buruk,” kata Marc Gunter, kepala bagian nutrisi dan metabolisme di International Agency for Research on Cancer (IARC).

“Riset dari tahun 1980an dan 90an menyimpulkan bahwa orang yang minum kopi memiliki risiko lebih besar terkena penyakit kardiovaskular – tetapi hal itu terus berubah sejak saat itu.”

Dengan penelitian tentang populasi berskala lebih besar yang muncul dalam dekade terakhir, kata Gunter, para peneliti sekarang memiliki data dari ratusan ribu peminum kopi.

Tetapi apa yang disampaikan penelitian itu kepada kita – dan apakah konsumsi kopi memberikan manfaat kesehatan atau risikonya?

Kopi telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker karena kandungan acrylamide, suatu zat karsinogen yang ditemukan dalam makanan termasuk roti panggan, cake dan keripik.

Meski demikian, IARC menyimpulkan bahwa kopi bukanlah karsinogen, kecuali diminum dalam suhu yang sangat panas – di atas 65C (149F).

Bukan hanya itu, tetapi riset lebih lanjut menemukan bahwa kopi sebenarnya memiliki suatu efek melindungi.

Beberapa penelitian telah menunjukkan hubungan antara konsumsi kopi dan tingkat keparahan dan kekambuhan yang lebih rendah dari kanker usus, misalnya.

Pada 2017, Gunter menerbitkan hasil penelitian yang mengamati kebiasaan minum kopi dari setengah juta orang di seluruh Eropa selama 16 tahun.

Mereka yang minum lebih banyak kopi memiliki risiko meninggal karena sakit jantung, strok dan kanker yang lebih rendah.

Penemuan-penemuan ini sangat mirip dengan penelitian dari bagian bumi yang lain, termasuk Amerika Serikat.

Gunter mengatakan bahwa ada cukup konsensus di seluruh studi observasional untuk memastikan bahwa orang yang minum hingga empat cangkir kopi sehari memiliki lebih sedikit penyakit dibandingkan dengan mereka yang tidak minum kopi.

Manfaat potensial kopi bisa berkembang lebih jauh. Para peminum kopi dalam penelitian Gunter cenderung merokok dan memiliki pola makan yang tidak sehat dibandingkan dengan mereka yang bukan peminum kopi.

Hal ini menunjukkan bahwa jika kopi memang menurunkan risiko penyakit jantung dan kanker, mungkin hal ini lebih kuat dari yang kita pikirkan – penyakit-penyakit itu adalah akibat dari perilaku yang tidak sehat.

Jadi benar, tidak peduli apakah ini secangkir kopi berkafein atau tidak mengandung kafein. Kopi dekafein mengandung antioksidan yang sama dengan kopi biasa, demikian menurun hasil penelitian.

Gunter tidak menemukan perbedaan antara kesehatan orang yang minum kopi dekafein dengan kopi berkafein, yang membuatnya berkesimpulan bahwa manfaat kesehatan terkait kopi tergantung pada hal di luar kafein. (Red)

Sumber: BBC Magazine

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.