Minggu, 27 September 20

Bebas dari Tahanan KPK, Romahurmuziy: Alhamdulillah Berkah Ramadhan

Bebas dari Tahanan KPK, Romahurmuziy: Alhamdulillah Berkah Ramadhan
* Rommahurmuziy. (Foto: Jawa Pos)

Jakarta, Obsessionnews.com – Mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy dinyatakan bebas dari Rumah Tahanan (Rutan) KPK pada Rabu (29/4/2020) malam. Ia keluar dari rutan KPK, Jakarta sekitar pukul 21.30 WIB.

Rommy mengaku bersyukur bisa bebas dari Rutan KPK berdasarkan penetapan dari Mahkamah Agung (MA). Ia mengatakan, per 28 April 2020 kemarin, dia telah selesai menjalani masa hukuman sesuai dengan putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

“Pertama saya mengucapkan puji syukur alhamdulillah sesuai dengan keputusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta bahwa saya sudah selesai menjalani per tanggal 28 April kemarin selama satu tahun penuh,” ujar Rommy.

“Sehingga memang secara hukum berdasarkan ketetapan dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat bahwa Mahkamah Agung pada hari ini telah menetapkan pengeluaran saya per tanggal 29 April,” lanjutnya.

Rommy mengatakan mestinya dia keluar dari rutan KPK pada 28 April 2020. Namun, karena administrasi belum tuntas, ia baru bisa keluar dari rutan malam ini.

“Karena per 28 April sampai tadi malam pukul 24.00 WIB, saya sudah menjalani. hanya proses administrasi belaka yang semestinya saya tadi pagi sudah keluar ternyata membutuhkan proses administrasi yang harus saya jalani sehingga baru keluar malam ini,” tuturnya.

Dalam bulan Ramadhan ini, ia juga mengaku masih ada tugas menjadi imam salat Tarawih di Rutan KPK. Namun Rommy tetap bersyukur bisa bebas malam ini meski belum puas terhadap putusan PT DKI tersebut.

“Alhamdulillah meskipun kami belum puas dengan putusan yang ada di Pengadilan Tinggi karena belum sesuai dengan fakta-fakta hukum yang memang mengemuka selama persidangan tetapi ini adalah berkah bulan Ramadhan,” tuturnya.

Diketahui Rommy divonis bersalah karena telah menerima suap dari eks Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur Haris Hasanudin senilai Rp255 juta dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik M Muafaq Wirahadi senilai Rp91,4 juta. Hakim menyatakan Romi melakukan intervensi langsung maupun tidak langsung terhadap proses pengangkatan Haris dan Muafak.

Ia divonis bersalah melanggar Pasal 11 UU Tipikor Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.