Sabtu, 23 Maret 19

BBM Satu Harga Berkah Bagi Masyarakat Buru

BBM Satu Harga Berkah Bagi Masyarakat Buru
* BBM Satu Harga. (Foto: Kementerian ESDM)

Jakarta, Obsessionnews.com – Kehadiran bahan bakar minyak (BBM) Satu Harga di wilayah Pulau Buru, Provinsi Maluku, membantu mengakselerasi roda perekonomian masyarakat setempat. Kini masyarakat Kecamatan Air Buaya, Kabupaten Buru, dan sekitarnya mendapatkan BBM baik solar maupun premium dengan harga yang jauh lebih murah, yaitu Rp 6.450 per liter untuk jenis premium dan Rp 5.150 per liter untuk solar.

Sebelumnya warga setempat yang mayoritas petani dan nelayan harus membeli solar dengan harga sekitar Rp 10.000 dan premium dengan harga sekitar Rp 9.000.

Pemerintah sangat mengapresiasi kerja keras dan perjuangan PT Pertamina (persero) dalam merealisasikan BBM Satu Harga di daerah sulit seperti di Pulau Buru ini.

“Upaya pemerataan energi melalui BBM Satu Harga merupakan usaha yang luar biasa Pemerintah dan PT Pertamina (Persero), serta badan usaha pendamping agar mampu menggerakkan sektor-sektor ekonomi, termasuk di Buru yang masuk wilayah 3 T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal), dan ini adalah BBM Satu Harga satu-satunya di Pulau Buru,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ego Syahrial saat meresmikan SPBU Kompak di Desa Waimangit, Kecamatan Air Buaya, Kabupaten Buru, Jumat (22/2/2019) melalui siaran pers.

Peresmian ini juga dihadiri oleh Kapolda Maluku Inspektur Jenderal Royke Lumowa, Bupati Buru Ramly I. Umasugi, Ketua DRPD Buru Iksan Tinggap, General Manager MOR VIII PT Pertamina (Persero), in Febrian, Camat Air Buaya Karim Gailea dan beberapa pejabat pemda setempat.

Kemudahan akses juga menjadi keberkahan lain bagi masyarakat Buru. Sebelum adanya BBM Satu Harga mereka mesti menempuh lebih dari 88 Km ke SPBU Namlea dan 60 Km ke APMS Lala Desa Waplau melalui jalur darat hanya demi mendapatkan BBM.

“Ini mempermudah kehidupan perekonomian masyarakat sehingga lebih baik,” ungkap Ego.

Ia menyampaikan investasi BBM satu harga tersebut kecil, jika dibandingkan efek ganda ekonomi yang tercipta di suatu daerah jika mendapat pasokan BBM Satu Harga.

“Kalau dilihat dari biaya sepertinya mahal, tapi efek ganda dengan adanya energi yang murah akan memutar roda perekonomian lebih cepat. Industri rakyat di sini akan tumbuh dan berkembang, dan tentunya PT Pertamina tidak akan rugi dalam mendukung program Pemerintah ini,” ujarnya.

Ekonomi Stabil

Sementara itu Bupati Buru Ramly I. Umasugi mengharapkan kehadiran BBM Satu Harga di daerahnya dapat membuat ekonomi daerah stabil dan meningkat.

“Kehadiran BBM Satu Harga ini sangat membantu dua kecamatan, yaitu kecamatan Air Buaya dan Kecamatan Penalise, serta desa-desa pesisir di Buru Selatan. Para nelayannya membeli BBM disini dengan harga pasti,” tutur  Ramly.

Ia menambahkan dengan adanya dana desa, para petani bisa memodernisasi peralatan pertanian dan peralatan tangkap ikan sehingga bisa menaikan produksinya.

“Dengan modernisasi alat pertanian dan alat tangkap memerlukan BBM untuk operasionalnya, sehingga memicu pertumbuhan ekonomi disini,” tandasnya.

Penyediaan BBM di SPBU Kompak Kecamatan Air Buaya Kabupaten Buru yang sudah beroperasi sejak 28 September 2018 ini dipasok dari Terminal BBM Namlea sejauh kurang lebih 100 Km, atau sekitar kurang lebih 3 (tiga) jam jalan darat dengan alokasi perbulan sekitar 60 Kiloliter (KL) untuk premium dan solar sebanyak 20 KL. SPBU tersebut dan akan melayani sekitar 2.825 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 11.299 jiwa.

 

Baca halaman berikutnya

Pages: 1 2

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.