Senin, 30 Maret 20

Batara Sianturi, CEO Citi Indonesia

Batara Sianturi, CEO Citi Indonesia
* Batara Sianturi. (Foto: Fikar Azmy/Dok. Humas Citibank)

Pada semester pertama tahun ini, Citibank membukukan laba bersih sebesar Rp 1,6 triliun, meningkat 97% dari periode yang sama tahun lalu dan ditopang oleh kenaikan pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 8%.

Merangkai 50 tahun dedikasi untuk Indonesia, Citi Indonesia (Citibank) tak pernah berhenti berkomitmen untuk senantiasa tumbuh dan berkembang bersama negeri ini. Sebagai Bank berskala global yang hadir di lebih dari 160 negara dan yurisdiksi, termasuk di Indonesia, Citibank terus memperkuat inovasi digitalisasi perbankan baik di lini Institutional Banking maupun Consumer Banking.

Dengan berfokus kepada inovasi dan digitalisasi, Citibank memastikan bahwa praktik terbaik dari berbagai belahan dunia dapat diterapkan di Indonesia untuk memajukan industri perbankan. Tak hanya itu, Citibank pun berkomitmen untuk mengembangkan talenta-talenta lokal, melalui pelatihan profesional terbaik hingga mobilitas pekerjaan lintas negara. Tak heran Citi dijuluki sebagai ‘University of Banking’ bagi para bankir profesional.

Ikatan alumni dari Citi pun cukup kuat, dengan tersebarnya alumni Citibank yang telah berhasil menduduki berbagai posisi penting di industri perbankan di Indonesia, maupun yang telah ‘moved on beyond banking’ dengan menduduki posisi penting di lintas sektor termasuk pemerintahan. Kuatnya ikatan alumni Citibank terbukti dengan selalu penuhnya acara alumni tahunan, yaitu Citi Indonesia Alumni Network.

Di bawah kepemimpinan Chief Executive Officer (CEO) Citibank N.A., Indonesia saat ini, yaitu Batara Sianturi dan didukung oleh jajaran senior management yang kuat, Citibank berhasil menorehkan catatan dan kinerja positif hingga pertengahan tahun 2019. Pada semester pertama tahun ini, Citibank membukukan laba bersih sebesar Rp 1,6 triliun, meningkat 97% dari periode yang sama tahun lalu dan ditopang oleh kenaikan pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 8%.

Pertumbuhan laba bersih ini memberikan kontribusi pada peningkatan Return on Equity (ROE) sebesar 20,14% dari 10,31% dan Return on Asset (ROA) sebesar 4,97% dari 2,88% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Tingkat kecukupan permodalan dan kualitas aset Bank pun tetap kuat, dengan rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) sebesar 24,56%. Sementara, rasio NonLoan bruto maupun netto masing-masing sebesar 2,29% dan 0,44%. Bank juga berhasil mencatatkan rasio lending-to-funding (RIM) yang solid sebesar 79,2%.

 

Halaman selanjutnya

Pages: 1 2

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.